Tiga Bandar Sabu Dibekuk, Amankan BB 23 Gram Siap Edar

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Satuan Narkoba (Sat Narkoba) Polres Lampung Tengah, menangkap tiga pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Dari tangan para pelaku, didapat barang bukti sebanyak 23 gram sabu-sabu yang sudah siap diedarkan.

Wakapolres Lampung Tengah, Kompol Harto Agung Cahyono, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma, menerangkan bahwa para pengedar narkoba yang berhasil diamanakan ini ditangkap pada lokasi yang berbeda dan ditangkap tanpa perlawanan.

“Hasil tangkapan ini berhubungan dengan tindakan upaya repreif kami terhadap para penyalah gunaan narkotika. Barang bukti yang kita dapat dari ketiga tersangka ini, sebanyak 23 gram sabu, atau setara dengan Rp28 juta,” ujar Wakapolres Kompol Agung, didampingi Kasat Narkoba Iptu Dailami, Rabu (20/03/2019). 

Ketiga pelaku, yakni Juanda, Apriadi dan Ridwan ditangkap pada lokasi yang berbeda, yakni Kecamatan Terusannunyai, Gunungsugih, dan Blok M, Kampung Buyut. Polisi akan terus melakukan pengawasan di tiga lokasi ini.

Dalam penangkapan ini, Sat Narkoba lebih dulu menangkap, Juanda pada 13 Maret 2019, lalu pada 15 Maret polisi menangkap Apriadi dan pada 19 Maret polisi menangkap Ridwan. Ketiganya ditangkap bersaamaan dengan barang bukiti narkoba jenis sabu yang sudah siap edar.

“Tiga lokasi itu akan terus kami pantau, karena intensitas peredaranya cukup tinggi. Dalam ungkap ini, kami menyelamatkan 700 orang dari bahaya penyalah gunaan narkoba. Kami juga akan mendalami kasus ini, karena para pengedar ini, memperoleh narkotika dari luar Lampung Tengah,” jelasnya.

Ketiga tersangka terancam oleh pasal 112 dan 114 Undang-undang nomer 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati atau kurungan seumur hidup. Saat ini, tiga bandar narkoba dan barang bukti berada di Mapolres Lampung Tengah, untuk dilakukan pendalam.

Sementara Ridwan, salah satu pengedar narkotika jenis sabu ini, mengaku bahwa baru dua bulan terakhir ini, menjadi bandar sabu, hasil dari mwnjual sabu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Saya, baru dua bulan jadi badar sabu. Laba dari hasil penjualan, mencapai empat juta. Kalau belanja biasanya satu kantong, harga Rp 10 juta, bisa habis terjual selama 10 hari,” ujarnya, di Mapolres Lamteng. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *