KPU Lamteng Gelar Rakor di Kecamatan Kalirejo

 

Radarlamteng.com, KALIREJO – Rapat Koordinasi (Rakor) antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Tengah dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari kampung-kampung yang ada di Kecamatan Kalirejo, Bangunrejo dan Sendangagung, Rabu (6/3) kemarin digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Kampung Kalirejo.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 144 peserta yang merupakan ketua dan anggota PPS, juga diikuti oleh ketua dan anggota PPK dari 3 kecamatan tersebut. Rakor tersebut dilaksanakan dalam rangka pembenahan daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP), kemudian daftar pemilih tambahan (DPTb.) dan teknis penyusunan daftar pemilih khusus (DPK). Adapun tujuannya adalah untuk memfasiltasi dan mengakomodir para pemilih
tetap agar benar-benar dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu mendatang. Sebab DPTHP tersebut sifatnya masih dinamis atau dapat berubah sewaktu-waktu, hal itu dikarenakan masih banyak calon pemilih tetap yang pindah alamat ataupun masih adanya data pemilih ganda.

”Kegiatan yang kami laksanakan ini memang merupakan salah satu tahapan dalam penyelenggaraan Pemilu, yang pada intinya untuk memberikan kemudahan bagaimana caranya semua pemilih dapat terakomodir dan benar-benar dapat menggunakan hak pilihnya,” jelas Ikhlas Transada, selaku Kepala Divisi Program Data, KPU Lamteng.

Dalam kesempatan itu, Ikhlas juga menyampaikan imbauannya, khususnya kepada PPK dan PPS selaku penyelenggara pemilu, agar benar-benar dapat
menjunjung tinggi netralitas. Kemudian juga dapat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat (pemilih) untuk dapat menggunakan hak pilihnya, yaitu dengan memberikan hak suara (Pencoblosan) di TPS-nya
masing-masing, pada pemilihan presiden (Pilpres) maupun pemilihan legislatif (Pilleg) 17 April 2019 mendatang.

Sementara, Ketua PPK Kalirejo, Tulisno, S.Pd.I, yang juga mewakili ketua PPK Bangunrejo dan Sendangagung, menyatakan bahwa pihaknya secara umum siap untuk menyelenggarakan Pemilu 2019. Selain terus
melakukan pembenahan dan perbaikan data pemilih, pihaknya juga pro aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk meminimalisir dan mencegah adanya golput serta
kesalahan yang menjadikan suara tidak sah, juga menghindari adanya bentuk-bentuk kecurangan. (den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *