Sekretaris Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Lampung Tengah,  Lisman Sohir

GUNUNGSUGIH – Dewan Pengupahan Lampung Tengah (Lamteng) telah melakukan sidang penetapan Upah Minimim Kabupaten (UMK) tahun 2019. Hasilnya, disepakati besaran UMK Lamteng tahun 2019 sebesar Rp 2.250.956.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamteng, Lisman Sohir mengatakan, UMK 2019 mengalami kenaikan Rp167.316 dibanding UMK tahun 2018. “UMK Lamteng sebelumnya (tahun 2018) Rp2.083.640. Tahun 2019 ada kenaikan Rp167.316,” ujar Lisman, Jumat (26/10).

Dalam menentukan UMK, kata dia, ada hal yang menjadi acuan dewan pengupahan. “Dewan pengupahan sendiri terdiri dari unsur pemkab, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serikat pekerja dan buruh, badan statsitsik, perdagangan dan perguruan tinggi,” katanya.

Adapun hal yang menjadi acuan, yakni Peraturan Pemerintah (PP) No 78 tahun 2015. Lalu berdasarkan tingkat inflasi ditambah perubahan produk domestik brutto. “Berdasarkan surat edaran Menaker no B.240/M.NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2018 tanggal 15 Oktober 2018, bahwa kenaikan inflasi dan PDB nasional sebesar 8,03%. Selanjutnya, formula sesuai PP 78 tahun 2015 : UMn =UM1+€(UM1x(inflasi+pdrb),” jelasnya.

Setelah itu, kata dia, Dewan Pengupahan Lamteng mengadakan sidang penetapan UMK dengan perhitungan formula tersebut dan didapat angka yang disepakati.

Terkait hal ini, Dewan Pengupahan Lamteng, lanjutnya, telah melaporkan dan audensi dengan Bupati Lamteng tentang hasil sidang pada Selasa (24/10). Sekaligus minta tandatangan Bupati rekomendasi UMK yang akan disampaikan kepada Gubernur Lampung.

“Selanjutnya kita menunggu SK UMK Kabupaten Lamteng yang ditandatangani oleh gubernur. Baru kemudian kita sosialisasikan kepada masyarakat serta perusahaan,” tukasnya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *