Yos Devera: Tarikan Uang Daftar Ulang Tidak di Benarkan

RADATLAMTENG.COM, TERBANGGIBESAR- Ketua MKKS SMK Lamteng Yos Devera, pastikan tidak ada sekolah SMK di Lamteng menarik uang daftar ulang, terlebih tidak ada dasar musyawarah.

Yos mengatakan, Kepala sekolah seharusnya membuat agenda untuk dibahas bersama komite. Kemudian, dituangkan di Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) dan di presentasikan kepada komite untuk di koreksi dan memberikan saran. Setelah di plenokan nanti komite yang akan rapat dengan orang tua. Nanti apa hasilnya itu sudah melalui walimurid. Berapa sumbangan yang di minta komite.

“Soal penarikan uang yang tidak ada dasar musyawarah terlebih dahulu, itu sama dengan pungli. Terlebih dengan dalih uang daftar ulang,” ujarnya.

Masih dikatakannya, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) no 69 tahun 2009 menyebutkan, kebutuhan standar setiap sekolah mulai dari SD, SMP dan SMK tertuang dalam Permendiknas tersebut.

“Kalau standar pembiayaan untuk SMK pertahun Rp 1.830,000 hingga Rp 2.510,000 per peserta didik untuk biaya operasional non personalia. Itu kebutuhan non personalia diluar dari gaji guru honor. Misal untuk, pembayaran listrik, air telepon, internet, kalau yang berhubungan dengan alat bisa pembelian alat dan bahan,” beber kepala SMKN 2 Terbanggibesar ini.

Yos menambahkan, setiap rapat MKKS SMK selalu disampaikan, semua sekolah harus menyiapkan RKAS dan berita acara musyawarah dengan walimurid berikut daftar hadir. Jika tidak melalui aturan, sekolah SMK yang ada di Lamteng harus bertanggungjawab dengan pungutan yang diminta.

“Adanya penarikan itu karena sekolah masih menerima anggaran dari BOS Nasional. Namun, jika sekolah sudah mendapat BOS Daerah, artinya ada beban walimurid akan berkurang sehingga tidak terbebani lagi dengan biaya sekolah yang terkesan mahal,” tandasnya. (cw25)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *