- Advertisement -spot_img
Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:57
BerandaProvinsiLamtengKade Asian Nafiri Ingatkan Bahaya Perpecahan, Tegaskan Pancasila Perekat Bangsa

Kade Asian Nafiri Ingatkan Bahaya Perpecahan, Tegaskan Pancasila Perekat Bangsa

- Advertisement -spot_img

​Radarlamteng.com, PUTRARUMBIA – Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, I Kade Asian Nafiri, mengingatkan pentingnya menjaga Pancasila sebagai ideologi negara sekaligus perekat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia.

​Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Wawasan Kebangsaan di Kampung Binakarya Utama, Kecamatan Putrarumbia, Lampung Tengah, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 warga dan menghadirkan narasumber Dr. Didik Kusnoaji, dosen Pascasarjana Universitas Ma’arif Lampung (UMALA) Kota Metro.

​Dalam pemaparannya, I Kade Asian Nafiri menekankan pentingnya memahami tiga fungsi utama Pancasila, yaitu sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan hidup (way of life) bangsa.

​Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi landasan utama penyelenggaraan kehidupan berbangsa, di mana seluruh peraturan perundang-undangan wajib berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sebagai ideologi negara, Pancasila terbukti ampuh mempersatukan masyarakat yang sangat majemuk.

​”Indonesia terdiri dari sekitar 17.480 pulau dan lebih dari 1.340 suku bangsa, tetapi sampai saat ini kita masih bisa bersatu. Ini semua karena Pancasila,” tegasnya.

​Secara khusus, Kade menyoroti bahaya potensi perpecahan bangsa, salah satunya akibat pemaksaan gagasan ideologi khilafah yang dinilainya dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menegaskan, tanpa ideologi Pancasila, bangsa sebesar Indonesia sangat rentan terpecah belah akibat perbedaan latar belakang.

​Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk belajar dari dinamika geopolitik dunia dan tidak menganggap persatuan sebagai hal yang dapat bertahan begitu saja.

Persatuan harus terus dirawat melalui penguatan komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

​”Jangan sampai hanya karena berbeda keyakinan, organisasi, atau pandangan politik, kita menjadikannya celah permusuhan. Kita semua berada dalam satu rumah yang sama, yaitu NKRI,” pesannya.

​Ia juga menambahkan bahwa menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi, namun harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dan tanpa aksi anarkis.

​Sementara itu, sebagai pandangan hidup (way of life), Pancasila menuntut setiap tindakan masyarakat untuk mencerminkan nilai-nilai luhur dari kelima silanya—termasuk tradisi kebersamaan, kepedulian sosial, dan gotong royong.

​“Enak tidak menjadi orang Indonesia? Di Indonesia, kita masih memiliki rasa kebersamaan dan kepedulian yang kuat terhadap sesama. Nilai-nilai inilah modal penting kita,” ungkapnya.

​Di akhir sambutannya, Kade berharap edukasi wawasan kebangsaan ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi juga diteruskan oleh para orang tua kepada generasi muda di lingkungan keluarga.

​“Pengetahuan ini harus kita sampaikan kepada anak-cucu kita. Jangan sampai anak-anak kita mudah terpecah belah hanya karena berbeda pendapat dengan temannya,” pungkasnya. (rid)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here