Radarlamteng.com, BANDARLAMPUNG – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido Indonesia IX yang digelar di Provinsi Lampung tak sekadar menjadi ajang pertarungan atlet dari berbagai daerah.
Bagi Hapkido Lampung, kejuaraan tersebut menjadi momentum penting untuk mematangkan persiapan menuju babak kualifikasi PON 2027 dan PON XXII NTB-NTT 2028.
Kejurnas Hapkido Indonesia IX berlangsung di GOR Siger Bandarlampung, 26-27 September 2026. Kejuaraan ini diikuti sekitar 635 peserta yang terdiri dari hampir 600 atlet dan ofisial dari sekitar 18 provinsi.
Ketua Pengprov Hapkido Indonesia Lampung, Ida Bagus Wiguna mengatakan, kejuaraan tingkat nasional yang berlangsung di Lampung menjadi kesempatan bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi persaingan nasional.
Menurutnya, pengalaman tersebut sangat penting sebagai bagian dari persiapan Hapkido Lampung menghadapi agenda yang lebih besar, khususnya babak kualifikasi PON 2027.
“Kejurnas IX juga menjadi bagian dari persiapan menuju PON XXII NTB-NTT 2028, termasuk menghadapi babak kualifikasi PON 2027,” ujar Ida Bagus.
Ia menjelaskan, Hapkido Lampung selama ini tidak pernah absen mengikuti Kejurnas. Karena itu, penyelenggaraan Kejurnas di daerah sendiri menjadi momentum untuk semakin memperkuat pembinaan dan kesiapan atlet.
Selain menguji kemampuan atlet, kejuaraan ini juga memberikan kesempatan bagi pelatih dan pengurus untuk melihat perkembangan serta potensi atlet yang diproyeksikan menghadapi kompetisi selanjutnya.
“Jadi bukan hanya atlet yang mendapatkan pengalaman. Pengurus, pelatih dan wasit juga mendapatkan pengalaman dalam penyelenggaraan pertandingan tingkat nasional,” jelasnya.
Ida menilai keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas tidak semata-mata dilihat dari hasil pertandingan atau prestasi atlet. Kemampuan panitia dan pengurus dalam mengelola pertandingan, memberikan pelayanan kepada peserta serta menjaga sportivitas juga menjadi bagian penting.
Keterlibatan wasit, pelatih dan pengurus Hapkido Lampung dalam Kejurnas tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari proses peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Pengalaman itu diharapkan dapat memperkuat kesiapan Lampung dalam menggelar berbagai event olahraga berskala besar.
“Pengalaman menjadi tuan rumah kejuaraan nasional ini juga menjadi modal bagi Lampung apabila nantinya dipercaya menjadi tuan rumah PON 2032,” katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat menyampaikan kebanggaannya karena Lampung dipercaya menjadi tuan rumah Kejurnas Hapkido Indonesia IX 2026.
Menurutnya, kehadiran keluarga besar Hapkido Indonesia di Lampung menjadi kehormatan sekaligus motivasi untuk terus mendukung perkembangan olahraga prestasi di daerah.
Taufik juga memberikan apresiasi kepada Pengurus Pusat Hapkido Indonesia, pengurus daerah, atlet, ofisial, pendamping, wasit dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan Kejurnas. (rid)




