- Advertisement -spot_img
Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:33
BerandaProvinsiLamtengTingkatkan Kualitas Gizi Balita, 92 Kader Posyandu Seputihsurabaya Ikuti Pelatihan Pendamping MP-ASI

Tingkatkan Kualitas Gizi Balita, 92 Kader Posyandu Seputihsurabaya Ikuti Pelatihan Pendamping MP-ASI

- Advertisement -spot_img

Radarlamteng.com, SEPUTIHSURABAYA — Upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting pada masa jendela emas pertumbuhan, UPTD Puskesmas Seputihsurabaya, Kabupaten Lampung Tengah menggelar Pelatihan Kader Posyandu Pendamping Makanan Pendamping-Air Susu Ibu (MP-ASI), Kamis, 27 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yakni Balai Kampung Gaya Baru 8 dan Balai Kampung Gaya Baru 2.

Pihak puskesmas menghadirkan Tim INEY Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang sebagai pemateri, narasumber, sekaligus pelatih.

Sebanyak 92 kader dari 46 posyandu yang tersebar di 13 kampung dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Seputihsurabaya mengikuti pelatihan tersebut.

Memperkuat Pemantauan Pemberian MP-ASI

Kepala UPTD Puskesmas Seputihsurabaya, I Gusti Made Yoga Astawa, SKM., M.Kes., menyatakan pemantauan pemberian MP-ASI oleh kader Posyandu menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya pada usia 6–24 bulan yang merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Pada fase ini, pemenuhan kebutuhan gizi yang tepat sangat diperlukan. Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai, baik dari sisi waktu, jumlah, tekstur maupun kandungan gizinya, dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi dan menghambat tumbuh kembang anak,” ujar Gusti Yoga di sela-sela kegiatan.

Karena itu, melalui pelatihan ini para kader dibekali pemahaman dan keterampilan untuk melakukan pendampingan serta pemantauan MP-ASI secara lebih optimal.

Materi pelatihan mencakup sejumlah aspek penting, antara lain: Pencegahan stunting dan masalah gizi, melalui pemahaman mengenai waktu pemberian MP-ASI, kecukupan porsi, serta kualitas dan kandungan gizi makanan.

Keamanan dan tekstur MP-ASI, termasuk kesesuaian makanan dengan usia anak, tekstur yang tepat, serta bahan makanan yang perlu dihindari.

Deteksi dini masalah tumbuh kembang, termasuk mengenali gangguan pencernaan seperti diare, konstipasi dan kembung, serta kondisi berat badan anak yang tidak mengalami peningkatan.

Edukasi menu lokal bergizi, dengan mendorong keluarga memanfaatkan bahan pangan lokal untuk menyusun menu MP-ASI yang sehat, bergizi, terjangkau dan sesuai prinsip Isi Piringku Balita.

Peningkatan cakupan Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya dalam memastikan anak usia 6–23 bulan memperoleh MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.

Kader Diharapkan Menjadi Agen Perubahan

I Gusti Made Yoga Astawa berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dalam pelaksanaan kegiatan posyandu di wilayah masing-masing. Kata dia, hal ini sekaligus mendukung program Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri di bidang kesehatan.

“Para kader juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya pemberian MP-ASI yang tepat dan bergizi bagi anak,” urainya.

Menurutnya, keberhasilan peningkatan kualitas kesehatan dan gizi balita membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor serta dukungan tenaga kesehatan dan kader Posyandu perlu terus diperkuat.

“Melalui peningkatan kapasitas kader dan penguatan pendampingan kepada keluarga, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi balita di wilayah Kecamatan Seputihsurabaya dapat semakin optimal,” ujarnya. (rid)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here