Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Lampung Tengah dari tahun ke tahun mengalami pasang surut. Ada masa terjadi peningkatan dan ada masa mengalami penurunan kasus DBD.
Data dari Dinas Kesehatan Lampung Tengah, kasus DBD tahun 2018 tercatat ada 109, tahun 2019 ada 366 kasus. Kemudian tahun 2020 terjadi peningkatan yang cukup drastis, yakni 886 kasus. Lalu tahun 2021 menurun menjadi 223 kasus dan tahun 2022 kembali naik menjadi 482 kasus.
Sementara tahun 2023 kembali menurun di angka 268 kasus. Dari data tersebut, peningkatan kasus DBD pada kurun waktu enam tahun terakhir terjadi di tahun 2020.
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Tengah dr. Lidia Dewi mengatakan, salah satu penyebab terjadinya kasus DBD disebabkan karena adanya peralihan musim.
Dinas kesehatan, kata dia, telah mengantisipasi peningkatan kasus DBD dengan upaya penanggulangan. Diantaranya meningkatkan upaya penggerakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui kegiatan menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas plus mencegah gigitan nyamuk (3M plus).
Kemudian dinas kesehatan setempat juga mengaktifkan juru pemantau jentik (jumantik). Termasuk mengaktifkan kelompok kerja operasional penanggulangan DBD mulai tingkat RT, kelurahan, kecamatan sampai kabupaten.
Upaya lainnya yaitu melalui kegiatan fogging fokus untuk membantu mengendalikan vector DBD sebagai upaya tambahan selain upaya utama PSN dengan 3M Plus.(jar)
