Radarlamteng.com, TERUSANNUNYAI- Effendi suami dari Idayani (25), warga Kampung Gunungbatin Udik, Kecamatan Terusannunyai Lamteng ini, tak pernah berpikir untuk kehilangan istri tercintanya dengan cara mengenaskan. Idayani, ditemukan Effendi sekira pukul 06:00 WIB (2/10/2019), terbujur kaku tergantung ditangga rumah miliknya.
Penemuan Idayani bermula, saat Effendi yang terbangun dari tidur sekira pukul 05:00 WIB, hendak memberi pakan ternak kambing miliknya, ia yang tidak curiga melihat istrinya sudah tidak berada dikamar, kemudian beranjak menuruni tangga. Namun, Effendi tak menyadari bahwa sang istri telah tewas tergantung ditangga yang ia lewati, karena situasi yang masih gelap. Ia baru sadar setelah hari mulai terang dan hendak mencari istri yang tidak terlihat sejak ia bangun. Saat menaiki tangga ia melihat Idayani telah tergantung. Saat itu, kemudian ia memberitahukan kejadian tersebut ke adek iparnya yang kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Polisi yang datang kelokasi bersama tim Inafis Polres Lamteng dan Puskesmas Terusannunyai, kemudian mengecek penyebab kematian Idayani.
Kapolsek Terusannunyai, Iptu Edy Suhendra S.H mendampingi Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma Jemy S.I.K mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan ditubuh korban tidak ada tanda-tanda penganiayaan, dan disekitar lokasi penemuan Idayani juga tidak ada bekas perkelahian.
“Ciri-ciri fisik murni gantung diri ini terlihat, dari bekas jeratan tali dileher korban dan lidah menjulur serta mengeluarkan cairan dari kemaluan korban,” ujar Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan, sebelum ditemukan tewas tergantung, berdasarkan Keterangan suami korban, pada malam harinya Effendi sempat mengobrol dengan Idayani dan tidak ada perselisihan.
“Pengakuan dari suami korban tidak tahu, karna selama ini suami korban tidak pernah bermasalah dengan korban dan suami korban tidak mengetahui kalau korban ada permasalah. Sejauh ini, kami menduga faktor ekonomi yang menjadi penyebab bunuh diri. Dari olah TKP juga ditemukan derijen air dan tanah tanaman polybag yang masih basah bekas siraman air,” kata Kapolsek.
Kapolsek menandaskan, usai dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan, keluarga korban kemudian menyiapkan pemakaman dan meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak dilakukan otopsi karena pihak keluarga mengaku sudah ikhlas atas kepergian Idayani. (cw25)
