7 Kecamatan Wilayah Barat Ikuti Bursa Inovasi Desa Claster I

Radarlamteng.com, PADANGRATU-7 kecamatan wilayah barat yakni Kecamatan Padangratu, Bangunrejo, Kalirejo, Sendangagung, Pubian, Selagailingga dan Anaktuha mengikuti kegiatan Bursa Inovasi Desa Claster I yang dilakanakan di Balai Kampung Bandarsari, Kecamatan Padangratu, Lampung Tengah (Lamteng).

Kegiatan yang dibuka langsung Kepala Dinas (Kadis) PMK Kabupaten Lamteng, Drs. Firdaus, M.M. Juga dihadiri tenaga ahli Provinsi Lampung dan Kabupaten Lamteng, Camat 7 kecamatan, kepala kampung (kakam), BPK, para pendamping PD dan PLD, Camat Padangratu, Yudairi Hasan, S.Sos, M.IP, Sekcam Yasmid Syarnubi, S.Pd, M.SI dan Ketua Panitia yang juga Ketua TPID Kecamatan Pubian, KH Sumiar Ashari, S.Ag.

Dalam sambutannya Sumiar Ashari mengatakan, dasar diadakannya kegiatan bursa inovasi desa adalah keputusan mentri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi republik indonesia nomor 4 tahun 2019. Sedangkan maksud dari bursa inovasi adalah menjembatani kebutuhan pemerintah kampung akan solusi bagi penyelesaian masalah.

Lalu maksud lainnya yakni inisiatif atau alternative kegiatan pembangunan kampung, dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif. ”Bursa inovasi desa juga ditujukan untuk membangun komitemen replica inovasi-inovasi yang sesuai oleh pemerintah desa mencari inovasi yang belum terdokumentasi serta membagi informasi penyedia jasa layanan teknis yang dibutuhkan desa dalam mereplikasi sebuah inovasi,” jelas Sumiar, kepada Radar Lamteng, Minggu (28/04/2019).

Sementara Kadis PMK, Drs Firdaus mengatakan program inovasi desa hadir dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kampung dengan mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangun kampung secara berkualitas.

”Saya yakin melalui kegiatan bursa ini, merupakan kegiatan yang sangat strategis dan harus kita dukung bersama-sama secara gotong-royong. Seandainya saja program seperti ini selesai, Kabupaten Lamteng insya allah akan tetap meneruskan kegiatan seperti bursa inovasi desa ini. Mengingat sangat pentingnya kegiatan ini untuk menjembatani ide-ide kreatif dalam membangun kampung,” ujar Firdaus.

Selain itu, kita juga harus menguatkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai pusat kelembagaan ekonomi yang ada di kampung. Kegiatan-kegiatan inovasi dibidang ekonomi pengelolaannya dapat dilakukan oleh BUMK, kita berharap kedepan akan muncul pusat ekonomi baru di kampung-kampung. (Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *