Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) menggelar paripurna Pembicaraan Tingkat I Penyampaian Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamteng Tahun Anggaran 2023 dan Penyampaian Pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD Lamteng Tahun Anggaran 2024, Senin (11/9) di ruang sidang DPRD setempat.
Paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumarsono yang di dampingi para wakil ketua, serta dihadiri anggota dewan lainnya. Hadir juga Bupati Lamteng Musa Ahmad, Forkopimda Lamteng, Para Asisten dan staf ahli Bupati serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.
Dalam menyampaikan Bupati Musa Ahmad menjelaskan secara singkat Rancangan Perubahan APBD Lamteng Tahun Anggaran 2023. Pendapatan. Untuk target pendapatan daerah Lamteng tahun 2023 sebesar Rp20,145 miliar lebih dari target sebelumnya sebesar Rp2,6 Triliun lebih menjadi sebesar Rp2,658 triliun lebih. “Rinciannya yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan sebesar Rp7,9 miliar lebih dimana sebelumnya sebesar Rp239 miliar lebih menjadi sebesar Rp267 miliar lebih. Pendapatan transfer untuk perubahan kabupaten Lamteng tahun anggaran 2023 terjadi kenaikan sebesar Rp12,196 miliar lebih dimana sebelumnya Rp2,376 triliun lebih menjadi sebesar Rp2,384 triliun lebih. Sedangkan pendapatan lain-lainnya tidak mengalami perubahan sebesar Rp3,456 miliar lebih,” ujarnya.
Bupati Musa menambahkan, untuk belanja daerah pada perubahan APBD 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp71,575 miliar lebih dimana sebelumnya sebesar Rp2,690 triliun lebih menjadi Rp2,7 triliun lebih. Rinciannya yakni belanja operasi yang mengalami peningkatan sebesar Rp42,210 miliar lebih, dimana sebelumnya sebesar Rp1,89 triliun lebih menjadi sebesar Rp1,933 triliun lebih. Belanja pegawai mengalami peningkatan sebesar Rp3,8 miliar lebih, sebelumnya sebesar 1,2 triliun lebih menjadi sebesar Rp1,24 triliun lebih. Belanja barang dan jasa mengalami peningkatan sebesar Rp33 miliar lebih dimana sebelumnya Rp542 miliar lebih menjadi Rp575 milyar lebih,” bebernya.
Musa berharap dalam paripurna ini dapat dibahas bersama, agar menghasilkan anggaran yang realistis dan bermanfaat bagi masyarakat. “Semoga paripurna ini bisa membawa kesejahteraan masyarakat dan kemajuan untuk Lamteng,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Lamteng Sumarsono mengatakan bahwa meskipun dalam Perubahan APBD tahun anggaran 2023 ini adanya peningkatan yang tidak terlalu banyak, tapi pihaknya berharap anggaran ini akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Lamteng. “Anggaran ini akan kita pakai untuk macam-macam kegiatan. Kita juga diwajibkan untuk memenuhi PMK 212 dimana 20 persen anggaran untuk pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan. Kita juga diharuskan untuk menyisihkan anggaran untuk pelaksanaan pilkada sebesar 40 persen dari pagu anggaran sekitar Rp100 miliar lebih untuk Pilkada tahun depan,” ucapnya.
Untuk itu Sumarsono meminta kesabaran dari masyarakat Lamteng jika tidak ada progres pembangunan yang banyak tahun ini. (tka/rid)
