Dijemput, Warga Penderita Luka Bakar di Gunungbatin Udik Dapat Pengobatan Gratis

Radarlamteng.com, TERUSANNUNYAI – Kepala Kampung (Kakam) Gunungbatin Udik Istiyadi bersama Camat Terusannunyai Effendi Arbain S.E, M.M, serta petugas kesehatan dari Puskesmas Bandaragung menjemput Nenek Bunayah (85), warga dusun 8, Kampung Gunungbatin Udik, yang menderita akibat mengalami luka bakar.

Karena keterbatasan biaya dan tidak mampu untuk berobat ke rumah sakit akibat kartu Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah sudah tidak aktif lagi, Nenek Bunayah yang mengalami luka bakar hingga 70 persen disekujur tubuhnya karena tertumpah air panas, membuatnya hanya cuma berbaring lemah dipembaringannya.

Hal tersebut membuat Kakam, Camat, dan petugas kesehatan dari Puskesmas Bandaragung tergugah hatinya untuk membantu Nenek Bunayah dengan menjemputnya langsung kerumahnya dan langaung membawanya ke Puskesmas Bandaragung untuk mendapatkan perawatan.

Menurut Kakam Gunungbatin Udik Istiyadi, dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas sosial dan TKSK kecamatan setempat, guna menghidupkan kembali kartu PBI milik Nenek Bunayah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan TKSK kecamatan, untuk menghidupkan kembali kartu PBI milik nenek Bunayah, supaya nenek Bunayah dapat mendapatkan pengobatan hingga sembuh total dari luka bakarnya,” terang Istiyadi.

Hal senada juga disampaikan oleh Camat Effendi Arbain yang juga ikut prihatin atas musibah yang dialami oleh nenek Bunayah.

“Saya sangat prihatin sekali atas musibah yang dialami oleh nenek Bunayah. Beliau ini orang tidak mampu dan kartu PBI dari pemerintah juga sudah tidak aktif lagi. Untuk itu, kami akan mengupayakan agar kartu PBI milik nenek Bunayah bisa aktif kembali. Sehingga, nenek Bunayah bisa mendapatkan perawatan yang intensif,” terang Camat.

Sementara itu, kepala Puskesmas Bandaragung Yunus mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan pengobatan kepada nenek Bunayah secara gratis tanpa dipungut biaya.

“Harusnya nenek Bunayah ini masuk ke Puskesmas kita ini bayar karena kartu PBI miliknya sudah tidak aktif. Akan tetapi, mengingat nenek Bunayah ini orang yang tidak mampu, maka kami memberikan pengobatan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun sampai kondisi beliau membaik,” tegas Yunus. (red/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *