BI Lampung Luncurkan Program BI Fast, Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Radarlamteng.com, BANDARLAMPUNG – Terobosan besar dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) perwakilan Lampung di masa Pandemi Covid 19 ini. Diantaranya telah banyak melakukan upaya untuk pemulihan ekonomi.

Seperti diungkapkan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung, Yura A. Djalins. “Ada beberapa upaya yang dilakukan BI untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, di antaranya, dengan mempermudah pelayanan bagi masyarakat. Salah satunya dengan BI Fast. Ini merupakan sistem pembayaran ritel nasional yang menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI),” katanya.

Ia memaparkan bahwa BI FastĀ akan beroperasi tanpa henti, berlangsung seketika atau real time, mudah, aman dan murah.

“KehadiranĀ BI Fast juga diharapkan mampu mempercepat digitalisasi ekonomi keuangan nasional,” terangnya saat acara Diskusi Awal Tahun “Ekonomi Lampung 2020 Dibawa Kemana?” yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di sekertariat SMSI Lampung, di Jalan Gatot Subroto, nomor 15, Kedamaian, Bandar Lampung, Rabu (19/01).

Selain itu, lanjutnya, BI Fast telah bekerjasama dengan banyak bank, BI Fast juga meringankan biaya transfer antar bank, yang sebelumnya Rp6.500 kini dengan BI Past hanya Rp2.500. Selanjutnya, dengan memberikan pajak mobil mewah Rp0 persen.

“BI juga mengembangkan UMKM, kebanggaan kita Rafin Snack dan lainnya yang bisa didapat di swalayan diproduksi di Kabupaten Pringsewu dan diekspor ke Mesir. Lampung masih ditopang dengan ekspor,” jelasnya.

Ia mengatakan, BI juga mendorong kemandirian pesantren, berbagai pesantren diberi bimbingan pertanian seperti greenhouse budidaya melon.

“Kita lihat Indonesia mayoritas Islam, pesantren potensi luar biasa kita dukung agar mandiri dengan usaha dan dibina dengan BI,” ucapnya.

Diketahui diskusi SMSI ini dihadiri berbagai narasumber, di antaranya Wagub Lampung, Chusnunia Chalim, Perwakilan Bank Indonesia (BI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung, Badan Pusat Statistik (BPS), perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa da lainnya. (rls/gde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *