Hati-hati Kasus Penipuan Mulai Marak di Lampung Tengah

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Penipuan berkedok jual beli barang terjadi di wilayah Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng). Tercatat sudah dua warga yang menjadi korban penipuan yang dilakukan dilakukan oleh tersangka yang mengaku bernama Manda.

Tersangka Manda kepada korban mengaku tinggal di salah satu Kelurahan di Bandarjaya dan bekerja di salah satu perusahaan gula di Lampung.

Salah satu korban yang enggan disebut namanya, AS, warga Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polsek Terbanggibesar, Senin (10/1/2022).

Ia menuturkan, awal kejadian tersangka Manda datang pada Jum’at (7/1/2022) ke rumah korban dan bermaksud membeli barang. Tapi, tiba di rumah korban, tersangka menawarkan gula pasir dengan harga murah. Namun, untuk mendapatkan gula tersebut, tersangka meminta agar korban mentransfer uang lebih dulu.

“Dia sampai di rumah saya langsung ambil hp dan buka WA. Dan dia menerima telp dan suaranya diloud speaker seolah olah ada orang yang mau beli gula pasir dalam jumlah besar. Itu akal akalan dia,” kata korban di Polsek Terbanggibesar.

Lalu dengan gaya dan ucapan yang menyakinkan, lanjut korban, tersangka terus membujuk agar mau membeli gula pasir dalam partai besar. Akhirnya, karena terus didesak dan menyakinkan barang pasti diantar, korban akhirnya mentransfer uang senilai Rp 3,8 juta sebagai downpayment (dp) ke rekening BRI atas nama Budiman yang diberikan oleh tersangka.

“Pelaku itu kasih nomor rekening Budiman yang katanya orang perusahaan gula yang tinggal di Jakarta. Sudah ditransfer, pelaku janji barang dikirim Sabtu (8/1/2022) pagi. Tapi, sampai waktu yahmng dijanjikan pelaku beralasan mobil pengangkut gula belum datang. Kemudian Sabtu siang, pelaku beralasan lagi kalau mobil yang akan muat gula antri panjang,” kata korban.

Kemudian pelaku mengatakan kembali mobil pengangkut gula tidak bisa jalan karena hujan dan Minggu (9/1/2022) pagi dijanjikan mobil baru bisa jalan. Tapi sampai waktu yang ditentukan tidak juga datang.

Kemudian pelaku tidak bisa dihubungi dan nomor whatsapp tidak aktif. 

Kasus penipuan juga dialami korban lainnya  inisial EN yang juga melaporkan kasus serupa dengan pelaku sama ke Polsek Terbanggibesar. Kerugian yang dialami EN mencapai Rp 4,2 juta.

Korban menduga kemungkinan masih banyak warga yang menjadi korban penipuan pelaku.(jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *