Radarlamteng.com, BANDARJAYA – Kenaikan harga minyak goreng masih belum stabil. Hingga hari ini Kamis (06/01/2022) harga minyak goreng kemasan masih belum bergeser dari Rp 19 ribu/Liter, sementara minyak 2 Liter ada diharga Rp 38-40 ribu. Kondisi ini dikeluhkan warga Bandarjaya yang berharap akan ada pemulihan harga minyak goreng bisa kembali stabil.
Maryam salah satu pengunjung pusat perbelanjaan Putra Baru Supermarket di Jalan Jendral Sudirman Bandarjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng) mengaku sangat berpengaruh akan kenaikan harga minyak goreng pada kebutuhan pokok lainnya.
” Karena minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan pokok yang selalu diperlukan untuk mengolah bahan makanan setiap hari, meskipun mahal harus tetap dibeli. Namun saya yang sebelumnya membeli minyak goreng dengan berat 2 liter jadi beli yang 1 liter karena dananya harus dibagi dengan kebutuhan yang lainnya,” ungkapnya.
Warga dari Kampung Bandarjaya Timur ini mengharapkan ada upaya pemerintah untuk mengatasi kondisi harga minyak goreng yang masih belum stabil selama 3 bulan terakhir ini.
Sementara itu, dilansir dari laman Radarlampung edisi Kamis (06/01) Mentri Perdagangan Muhamad Lutfi mengatakan, pada tahap awal dalam mengambil langkah. Pemerintah akan menunjuk 5 produsen minyak goreng. Ia pun memastikan produksi akan dimulai paling lambat sebelum awal Minggu depan.
” Kita rencananya akan menunjuk 5 industri yang siap dengan kemasannya. Mudah-mudahan produksi tidak akan lebih lama dari Minggu depan,” jelasnya.
Lutfi mengungkapkan minyak goreng tersebut akan didistribusikan terlebih dahulu kepasar – pasar yang dipantau Kementrian Perdagangan. Ia berharap program ini dapat membantu masyarakat mengakses minyak goreng murah. Namun demikian, Lutfi memastikan produksi minyak goreng kedepannya juga akan melibatkan 70 industri dalam negeri dan 225 packer. (sci/rid)
