Radarlamteng.com, SEPUTIHAGUNG – Kampung Donoarum Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah (Lamteng) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahun 2021 kepada 180 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Total BLT yang disalurkan Rp 352.800.000,- dari hasil refocusing Optimalisasi Dana Desa (DDS) tahun 2021. Penyerahan BLT dilakukan di Balai Kampung Donoarum Kamis (23/12/2021).
Kepala Kampung Donoarum Purwadi menyampaikan dari data yang terverifikasi dilakukan berdasarkan hasil musyawarah bersama, dimana setiap KPM benar – benar sesuai dan tepat sasaran. ” Kami berharap bantuan ini dapat digunakan untuk kepentingan pokok dalam keluarga, jangan sampai disalahgunakan, semoga kondisi Pandemi Covid 19 bisa berakhir dan kita dapat membangun Kampung Donoarum, secara bersama-sama dan tingkat ekonomi warga Kampung Donoarum akan meningkat menuju taraf hidup sejahtera,” pesannya.
Terkait bantuan ditahun 2022, jelas Purwadi masyarakat juga dapat membantu program pemerintah dengan melakukan vaksin. ” Kami juga mengajak warga untuk menyukseskan program pemerintah dengan melakukan vaksinasi. Kemudian juga turut berperan aktif mendukung program pemerintah daerah seperti Bupati Ngantor di Kampung (Bunga Kampung) yang akan diadakan di Kecamatan Seputihagung pada bulan Januari 2022 nanti,” terangnya.
Camat Seputihagung Dedi Aryanto Yurida melalui Hendra Dian Saputra selaku Kasi PPM mengutarakan masyarakat Kampung Donoarum dapat memanfaatkan bantuan dengan sebaik – baiknya untuk menunjang ekonomi keluarga.
Sementara itu Kasi Pemerintahan Kampung Donoarum Heribertus mengatakan rincian warga KPM Kampung Donoarum meliputi 57 KPM dengan Rp 300.000 dikali 12 bulan sejumlah Rp 205.200.000 dana ini sudah disalurkan langsung melalui rekening. Kemudian 123 KPM sejumlah Rp 300.000 dikalikan 4 bulan sejumlah Rp 147.600.000,- ” Total BLT dana desa tahun 2021 dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sudah disalurkan semua sejumlah Rp 352.800.000,- dari 180 KPM,” papar Heri.
Sementara itu, Endang Kusumasari (51 tahun) salah satu KPM dari dusun 1 mengaku baru pertama menerima bantuan. ” Saya sangat senang karena uang bantuan ini bisa untuk beli obat setelah selama 2 tahun saya sakit struk, harapan saya bisa dapat kembali ditahun depan, sehingga membantu biaya berobat karena setiap bulan perlu biaya untuk terapi di rumah sakit,” ungkap wanita yang mengenakan tongkat saat berjalan.(sci/rid)
