Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Tengah (Lamteng) mencatatkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup cemerlang di tahun 2020, meski dalam tekanan pandemi Covid-19.
Berdasarkan data per 22 Desember 2020, sepuluh item pajak yang dikelola BPPRD Lamteng berhasil mencapai realisasi hingga Rp83 miliar (M) lebih dari target Rp78 M lebih, atau sebesar 106 persen.
Kepala BPPRD Lamteng Madani mengatakan bahwa over target disumbang dari tujuh item pajak. Yakni pajak rumah makan target Rp2,2 M, realisasi Rp2,7 M. Pajak hiburan target Rp300 juta realisasi Rp304 juta. Pajak penerangan jalan target Rp44 M realisasi Rp47 M.
Kemudian pajak parkir target Rp550 juta, realisasi Rp563 juta. Pajak air tanah target Rp3,8 M, realisasi Rp4,6 M, pajak BPHTB target Rp5 M realisasi Rp5,7 M dan pajak PBB P2 Target Rp19,8 M, realisasi Rp20,3 M.
Meski secara hitungan global melampau target, namun hitungan secara item ada dua jenis pajak yang realisasinya rendah. Yakni pajak hotel dari target Rp500 juta, realisasi Rp380 serta pajak minerba dari target Rp750 juta, realisasi Rp563 juta.
“Kalau pajak hotel kenapa tidak tercapai? karena ada salah satu hotel yang masih belum bayar, mereka akan bayar tunggakannya tahun 2021. Sementata untuk pajak minerba karena banyak perusahaan yang berhenti operasionalnya akibat pandemi Covid-19,” kata Madani, Senin (28/12/2020).
Sementara, satu item pajak yang realisasinya tidak mencapai 100 persen yakni pajak reklame, dari target Rp1 M baru terealisasi Rp919 juta.
Menurut Madani, capaian apik ini berkat inovasi dan kinerja BPPRD Lamteng dalam menggenjot PAD. Salah satu langkah yang diambil untuk mencapai target tersebut yakni, pengoperasian pajak dengan sistem online dan melibatkan instansi dan dinas lainnya di lingkungan Pemkab Lamteng.
“Untuk sistem pelayanan pajak online, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN),” katanya.
Atas capaian ini pihaknya mengaku bersyukur dan siap kembali untuk mencapai target yang lebih tinggi pada tahun 2021.
“Kita bersyukur, di tengah2 situasi pandemi Covid 19, pendapatan pajak daerah kita masih dapat melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya,” pungkasnya. (rid)
