Awal Januari, Lamteng Terapkan KBM Tatap Muka

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Pemkab Lampung Tengah (Lamteng) akan menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di awal Januari tahun depan.

“Awal Januari 2021 atau awal semester genap ini kita siap untuk pembelajaran tatap muka,” kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng, Nur Rohman, Jumat (17/12/2020).

Terkait hal ini, ujar Nur Rohman, telah dilakukan rapat persiapan yang dipimpin Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto dan dipandu Pj. Sekda Lamteng Nirlan. Rapat menghadirkan camat dan kepala puskesmas se Lamteng pada Rabu (16/12/2020) di Nuwo Balak.

“Hari Rabu kemarin kita telah mengadakan rapat yang langsung dipimpin oleh pak bupati dan dipandu oleh pak sekda,” jelas Nur Rohman.

Sementara, Pj. Sekda Lamteng Nirlan mengatakan bahwa rapat tersebut menindaklanjuti surat keputusan bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Agama tentang pelaksanaan pembelajaran secara langsung tatap muka TA 2020–2021.

Oleh karena itu, dia mengajak kepada seluruh peserta rapat untuk menyimpulkan hasil rapat dan diterapkan di masing-masing kecamatan tentang proses belajar secara tatap muka.

“Sehingga para dewan guru dan siswa maupun siswi terbebas dari terpaparnya Covid-19 yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Sedangkan Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh camat melakukan koordinasi dengan kepala sekolah di kecamatannya masing-masing, agar memastikan setiap sekolah dari tingkat, SD, SMP dan SMA/SMK untuk benar-benar menerapkan prosedur kesehatan sebelum melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Bupati juga meminta agar para camat, kepala sekolah dan puskesmas melakukan pengecekan di setiap sekolah agar menerapkan protokol kesehatan seperti pemberian jarak tempat duduk di kelas, menyediakan tempat cuci tangan yang memadai, dan pembatasan jumlah siswa di setiap kelas.

“Serta hal-hal lain yang perlu untuk dipersiapkan. Saya minta kepada para camat, pihak puskesmas, pihak sekolah dan instansi terkait lainnya untuk selalu melakukan koordinasi kepada pemerintah daerah terkait hal atau permasalahan dalam proses persiapan belajar mengajar dengan tatap muka ini. Mengingat penyebaran Covid-19 masih tinggi, untuk memutus mata rantainya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tugas kita bersama,” pungkasnya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *