Kabur dari Pondok dan Dilaporkan Hilang, Santri Asal Seputihsurabaya Ditemukan di Banten

Radarlamteng.com, SEPUTIHSURABAYA – Polsek Seputihsurabaya, Polres Lampung Tengah (Lamteng) menyerahkan Muhammad Nurul Hasan Al Ubaidah Lubis atau Ubet kepada keluarganya, Kamis (11/12).

Sebelumnya, Ubet dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 17 November 2025 lalu ke Mapolsek Seputihsurabaya.

Kapolsek Seputihsurabaya, AKP Mahdum Yazin, S.H., M.H., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Alsyahendra, S.I.K., M.H., mengatakan, laporan orang hilang tersebut dilaporkan oleh ayah Ubet, Suratman (38), warga Kampung Buminabung Ilir, Kecamatan Buminabung, Lampung Tengah.

Ia melaporkan bahwa anaknya, Ubet, meninggalkan Pondok Pesantren Manshurin Kampung Gayabaru Satu, Kecamatan Seputihsurabaya, pada Senin (17/11/25) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, pada malam keesokan harinya yakni Selasa (18/11/25), anak tersebut sempat bermalam di rumah pamannya di RB 3, Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah.

Namun, keesokan paginya, ia kembali pergi tanpa berpamitan.

Informasi dari warga juga menyebutkan bahwa pada Rabu malam (19/11/25) sekitar pukul 22.00 WIB, anak tersebut sempat terlihat di sekitar toko buah Simpang Randu, Kecamatan Seputihbanyak, Lampung Tengah.

“Mendapatkan informasi tersebut, orang tua korban langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian, namun yang bersangkutan tidak ditemukan. Atas dasar itu, keluarga resmi melapor ke Polsek Seputihsurabaya,” kata Kapolsek.

Setelah menerima laporan terkait adanya orang hilang tersebut, Polsek Seputihsurabaya langsung mengambil langkah dengan melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari pengecekan TKP di pondok pesantren, memeriksa para saksi, hingga menyebarkan informasi anak hilang melalui media sosial, radio, dan media massa.

Alhasil, pada Minggu (7/12/25), pihak keluarga menerima surat dari Kantor Pos.

Surat itu dikirim oleh Anjul, marbot Masjid Al Hidayah di Cengkareng, Jakarta Barat, yang menginformasikan bahwa dirinya telah menemukan anak tersebut dan menitipkannya di Pondok Pesantren Baitul Salman, Pandeglang – Banten.

Pihak keluarga bersama Polsek Seputihsurabaya pun meminta bantuan Senkom Lampung Satu untuk melakukan pengecekan melalui jaringan Senkom di Serang, Banten.

Setelah terkonfirmasi bahwa anak tersebut benar berada di lokasi tersebut, Senkom Serang mengamankan anak itu di rumah dinas mereka sambil menunggu penjemputan.

Kapolsek menambahkan bahwa Polsek Seputihsurabaya, Senkom Lampung Satu, serta pengurus Pondok Pesantren Seputihsurabaya segera berkoordinasi untuk melakukan penjemputan.

Proses penjemputan berlangsung lancar, dan anak tersebut akhirnya diserahkan kembali kepada orang tuanya pada dalam keadaan sehat walafiat.

“Kami bersyukur proses pencarian berhasil dan anak dapat dikembalikan kepada keluarganya dengan selamat. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara kepolisian, keluarga, masyarakat, dan Senkom mitra Polri di dua wilayah,” ungkapnya.

Dijelaskan Kapolsek bahwa motif anak tersebut pergi meninggalkan pondok adalah karena ia tidak ingin atau belum siap melanjutkan kegiatan pendidikan di pesantren.

“Hal ini terlihat dari perubahan perilaku beberapa waktu sebelumnya, di mana ia beberapa kali meninggalkan atau kabur dari pondok,” demikian pungkasnya.

Suratman mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian dan senkom serta pihak lainnya yang telah membantu menemukan anaknnya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *