Dwita Ria Gunadi Ajak Petani Maksimalkan Serapan Kuota Pupuk Subsidi

Radarlamteng.com, PUTRARUMBIA – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra Dwita Ria Gunadi menghadiri sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero).

Sosialisasi yang diikuti hampir seratusan pengecer atau pemilik kios pupuk, kelompok tani dan petani ini dilaksanakan di Kampung Binakarya Sakti, Kecamatan Putrarumbia, Kamis (23/10). Tepatnya di kediaman anggota DPRD Lampung Tengah Fraksi Gerindra, Kasih.

Dwita Ria Gunadi mengatakan bahwa ketersediaan pupuk sering menjadi keluhan petani setiap ia turun ke daerah pemilihan (dapil).

Bahkan, kata dia, ada petani yang sampai bilang tidak usah ada subsidi pupuk, asal ketersediaannya melimpah. Namun kondisi saat ini sudah berbeda jauh.

“Nah, saat ini pemerintah telah memberi solusi dengan menambah kuota pupuk bersubsidi. Jadi tidak ada lagi istilah kelangkaan pupuk. Bahkan baru kemarin pemerintah telah menurunkan kembali HET harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen,” kata Dwita Ria Gunadi.

“Hari ini kita berbicara tentang langkah besar untuk suatu cita-cita besar dari Bapak Prabowo yaitu agar kita bisa mandiri pangan. Apalagi, mayoritas rakyat Indonesia penduduknya sebagai petani, dan kemandirian pangan itu terbentuk dari petani,” terusnya.

Dalam kesempatan itu, ia meminta perwakilan PT Pupuk Indonesia untuk menjelaskan alur distribusi, harga HET terbaru, hingga ketersediaan kuota.

Ia juga meminta petani memanfaatkan kuota pupuk bersubsidi pemerintah dengan meningkatkan serapannya.

Dwita Ria Gunadi menambahkan pihaknya dalam waktu dekat akan menyalurkan bibit jagung untuk lahan 1.300 hektare (Ha) bagi kelompok tani di Kecamatan Putrarumbia.

Sementara, Ikdul Jumai, Senior Manager Regional 1 B Sumbagsel PT Pupuk indonesia menjelaskan bahwa ketersediaan pupuk sangat melimpah. Bahkan serapannya cenderung rendah.

Untuk di Provinsi Lampung, kuota semua jenis pupuk tahun 2025 sebanyak 786 ribu ton. Sampai saat ini baru ditebus sekitar 480 ribu ton atau 62 persen. Idealnya terserap sampai 80 persen.

Sedangkan untuk Kabupaten Lampung Tengah mendapat kuota 192 ribu ton, yang terserap sampai saat ini baru 112 ribu ton atau 57 persen.

“Ini masih rendah. Jadi saya harapkan petani yang telah terdaftar dalam RDKK silahkan melakukan penebusan sesuai aloaksi yang disediakan pemerintah,” kata dia.

Sedangkan harga HET per Kg untuk pupuk urea sebelumnya Rp2.250 saat ini turun menjadi Rp1.800. Kemudian untuk jenis NPK, sebelumnya Rp2.300 per Kg turun menjadi Rp1.840 per Kg.

Menurutnya, petani bisa mendapatkan harga sesuai HET dengan 3 syarat. Pertama terdaftar di RDKK, lalu melakukan pembelian sendiri di kios resmi dan membayar dengan cara cash.

Kasih, anggota DPRD Lampung Tengah mengucapkan terima kasih atas kepedulian anggota Dwita Ria Gunadi, yang telah mengupayakan bantuan bibit jagung dengan luasan tanam 1.300 Ha.

Menurutnya, lahan itu tersebar di sejumlah kampung di Kecamatan Putrarumbia dan disalurkan melalui kelompok tani di masing-masing kampung.

“Alhamdulillah aspirasi petani mengusulkan bibit jagung yang disampaikan ke saya dan saya sampaikan ke DPR pusat bisa segera terealisasi,” ucapnya.

Ia mengungkapkan tanaman jagung tentu menjadi harapan besar petani, mengingat anjloknya harga singkong. “Beralih ke tanam jagung tentu menjadi alternatif petani di sini di tengah anjloknya harga singkong,” katanya.

Ia berharap memasuki musim tanam ini, baik tanaman jagung dan padi bisa segera menyerap kuota pupuk subsidi lebih maksimal. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *