Radarlamteng,com, TERUSAN NUNYAI – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK Lampung Tengah (Lamteng) menggelar sosialisasi Teknis dan Pendataan Tes Kemampuan Akademik (TKA) kepada 300 peserta tenaga pendidik yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan tenaga Operator.
Bertempat di GSG SMAN 1 Terusan Nunyai, Lamteng kegiatan ini digelar pada Senin (14/9/2025) dan dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah VI Hartati,S.Pd,M.Pd, dengan menghadirkan narasumber dari Koordinator tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Yudi Sepliansyah.
Ketua MKKS SMA Lamteng Drs.Nyoman Suarmo,M.Pd didampingi Ketua MKKS SMK Lamteng Jaman Mulyadi,S.Pd menyampaikan TKA ini merupakan program baru dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dimana sekolah memfasilitasi siswa kelas XII untuk mengikuti tes kemampuan akademik.
“Waka Kurikulum dan Operator sekolah setelah mengikuti sosialisasi nantinya akan diteruskan dengan melaksanakan tes kemampuan akademik siswa. Sebelumnya pihak sekolah akan melakukan koordinasi dengan orangtua siswa untuk surat persetujuan anaknya mengikuti TKA. Hasil tes nanti siswa akan diberikan sertifikat dari hasil nilai raport TKA, dimana dapat dipergunakan sebagai salah satu validator nilai raport siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri,” urai Nyoman Suarmo.
Jaman Mulyadi menambahkan TKA sangat penting bagi sekolah SMK karena beberapa alasan, seperti menilai capaian akademik.
“TKA dirancang untuk menilai capaian akademik siswa sesuai dengan kurikulum yang berlaku, sehingga sekolah dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam bidang akademik. Kemudian
validator nilai rapor, yakni Hasil TKA dapat digunakan sebagai validator nilai rapor yang diperoleh siswa di sekolah, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan terhadap nilai rapor,” paparnya.
Seleksi Jalur Prestasi lanjutnya TKA dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan seleksi jalur prestasi dan pemetaan mutu pendidikan, sehingga sekolah dapat mengetahui posisi siswa dalam skala yang lebih luas. Lalu peningkatan kualitas Pendidikan, dengan mengetahui capaian akademik siswa, sekolah dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
Selain itu, TKA juga dapat membantu siswa dalam mengetahui Kekuatan dan Kelemahan Siswa, dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka dalam bidang akademik, sehingga dapat memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan.
Hasil TKA dapat digunakan sebagai nilai tambah untuk seleksi perguruan tinggi berbasis rapor, sehingga siswa dapat memiliki peluang lebih besar untuk diterima di perguruan tinggi yang diinginkan.
Dalam pelaksanaannya, TKA bagi sekolah SMK akan mencakup mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan program studi tujuan di perguruan tinggi atau pilihan karir siswa.
Sementara itu, Yudi Sepliansyah selaku narasumber sosialisasi TKA memaparkan sekolah memfasilitasi tes ini dan outputnya hasil tes ini sertifikatnya sebagai validator nilai raport siswa. Ada 5 bidang studi yang dites yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika lalu 2 bidangstudi mapel sesuai pilihan siswa. Jika siswa ingin masuk jurusan kedokteran maka tes yang diambil bidangstudi biologi atau IPA.
“Pada tes ini, untuk pengawas tidak boleh dilakukan oleh guru 5 mapel dari sekolah setempat, namun harus silang dari sekolah lain.
Pengawasan dilakukan dari daerah dan pusat dengan menggunakan zoom sehingga lebih kompeten. Selama tes siswa juga tidak menggunakan Hanphone atau tab, tetapi memakai laptop yang ada kamerannya,” jelasnya.
Pendaftaran TKA, tambah ia sampai tanggal 5 Oktober 2025 dan TKA dilaksanakan pada tanggal 1-3 November 2025 nanti.(sci/rid)
