Radarlamteng.com, SEPUTIHMATARAM – Seluruh siswa baru SMAN 1 Seputih Mataram, Lampung Tengah (Lamteng) mengikuti kegiatan kepramukaan selama tiga hari, Perjusami (Jumat, Sabtu, Minggu) yang dilaksanakan tanggal 25 hingga 27 Juli 2025. Adapun, kegiatan kepramukaan ini untuk melantik pramuka penggalang ke pramuka calon penegak.
Yunita Ramadani, S.Pd didampingi I Ketut Dharma Wijaksana, S.Ag, selaku pembina pramuka SMAN 1 Seputih Mataram saat ditemui Radar Lamteng.com usai upacara pembukaan kegiatan perkemahan, Jumat (25/7/2025) mengatakan, bahwa pelaksanaan kegiatan kepramukaan bagi siswa baru untuk melatih mental serta fisik bagi siswa baru itu sendiri.
“Kegiatan kepramukaan ini merupakan kegiatan rutinitas tahunan bagi setiap siswa baru. Dan setiap siswa baru harus mengikuti kegiatan kepramukaan ini. Selain itu, kegiatan kepramukaan tersebut yakni diawali dengan pendirian tenda, upacara pembukaan, bakti sosial, karnaval, pendidikan kepramukaan, dan kegiatan keagamaan sesuai dengan kepercayaan masing-masing dengan waktu yang bersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada hari pertama kegiatan di fokuskan pada kegiatan kepramukaan dengan berbagai permainan yang sifatnya mendidik. Seperti berlatih P3K, membuat tandu, dan mencari obat-obatan tradisional. Lalu, melakukan kegiatan heking serta kegiatan lainnya. Selain itu, kegiatan perkemahan juga menghadirkan pelatih pramuka yakni Tri Kartika Ningsih, S.Pd, M.Pd.
“Setelah melaksanakan seluruh kegiatan kepramukaan, dilanjutkan pada puncak acara di malam api unggun. Pelaksanaan api unggun dilaksanakan di lapangan sekolah. Adapun, acara api unggun dilaksanakan pada malam terakhir kegiatan sekitar pukul 21.00 WIB di lapangan sekolah setempat. Lalu, dilanjutkan dengan acara renungan,” ucap Yunita diamini Ketut Dharma Wijaksana.
Dewa Made Dalem S, S.Pd, selaku Waka Kesiswaan sekaligus pembina upacara mewakili Plt.Kepala SMAN 1 Seputih Mataram Hartati, S.Pd, M.M., menambahkan, bahwa kegiatan perkemahan siswa baru ini tidak lepas dari pembentukan dan penguatan karakter peserta didik.
Kepada dewan guru dan panitia, ia berharap sebaiknya memberikan materi yang aplikatif dan inovatif sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki tingkat spiritual, emosional dan sosial agar bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.
“Untuk peserta didik, agar memanfaatkan kemah blok ini sebagai wahana untuk menggali dan mengembangkan potensi dirinya supaya menjadi siswa yang memiliki critical thinking dan problem solving, creativity dan inovatif, serta mampu berkolaborasi dan berkomunikasi yang baik,” tandasnya. (bil)
