Persiapan Sensus Ekonomi 2026, BPS Lamteng Latih 680 Petugas Lapangan Wilkerstat

Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Tengah saat ini tengah menggelar kegiatan pelatihan kepada 680 petugas yang terdiri dari 114 pengawas dan 566 petugas lapangan pemutakhiran Geospasial dan muatan wilayah kerja statistik yang disiapkan untuk melakukan sensus ekonomi tahun 2026.

Metode pelatihan dilakukan secara online dan offline dan dibagi dalam 28 kelas. Untuk pelatihan secara online dilakukan selama 4 hari yang dimulai pada Senin (14/7/2025) hingga Kamis (17/7/2025). Sedangkan pelatihan secara offline akan dilaksanakan pada Senin (21/7/2025) hingga Kamis (24/7/2025) di Hotel BBC Bandarjaya, Lampung Tengah.

Kepala BPS Lampung Tengah Tri Kuntjoro mengatakan persiapan untuk sensus ekonomi tahun 2026 yang akan dilaksanakan tahun depan diawali dengan beberapa kegiatan, diantaranya pemutahiran geospasial dan muatan wilayah kerja statistik (Wilkerstat).

“Kegiatan ini adalah pemutakhiran geospasial terkait dengan peta-peta satuan lingkungan setempat. Jika di Lampung Tengah yaitu RT. Jika ada perubahan wilayah kemudian ada RT baru kita mutakhirkan disitu. Jadi kita kerja juga dengan dasar peta wilayah satuan lingkungan setempat (SLS) atau RT,” ujarnya.

Tri Kuntjoro menjelaskan BPS juga melaksanakan pemutakiran wilayah kerja karena berkaitan dengan sensus ekonomi. Sehingga potensi ekonomi di masing-masing wilayah dapat di ketahui. Apakah wilayah tersebut ada pasarnya atau komplek pertokoannya, atau usaha-usaha lainnya.

Pada sensus ekonomi ini yang akan di potret adalah usaha-usaha selain pertanian. Jika dalam 17 kategori selain kategori a atau pertanian. Jadi ada kategori pertambangan dan penggalian yang potensinya adalah pasir. Kemudian usaha di industri. Lamteng potensi industri besar banyak sekali. Untuk industri menengah juga banyak di Lamteng bahkan industri kecil dan rumah tangga pun juga potensi untuk Lampung Tengah.

“Sehingga di sektor ini juga akan kita pantau. Selain penggalian, industri, sektor kontruksi, kemudian perdagangan, penyediaan makan dan minum termasuk akomodasi hotel-hotel, dan sektor lainnya banyak sekali yang akan kita potret di Lampung Tengah ini. Sehingga perlu kegiatan awal kita di pemutakiran batas-batas SLS dan juga muatan di masing-masing SLS itu apakah ada perubahan. Karena sekarang banyak sekali terutama di kampung-kampung yang tadinya tanah kosong di jadikan tempat usaha,” bebernya.

Dan yang tak kalah penting, lanjut Tri Kuntjoro, sekarang banyak usaha yang berbasis online. Ini juga akan di potret. Misalnya dari luar rumahnya tampak sepi-sepi saja, ternyata anggota keluarganya banyak yang usaha online disitu. Karenakan sekarang usaha online tumbuh sangat pesat. Sehingga harga-harga pun bisa terkoreksi dengan yang online. Dan pelaku-pelaku usaha yang konvensional yang dengan lokasi usaha yang strategis sekarang sudah mulai bergeser. “Nah kita juga akan potret itu di sensus ekonomi nanti,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan tenaga-tenaga instruktur yang berpengalaman, sabar dalam menyampaikan materi serta petugas yang sudah banyak yang berpengalaman proses pelatihan ini akan berjalan dengan lancar.

“Setiap ada kegiatan strategis BPS selalu melaksanakan pelatihan. Tujuannya untuk menyeragamkan konsep definisi. Sehingga se-Indonesia sama, baik perlakuannya sama dan konsepnya sama. Sehingga data itu bisa di bandingkan dengan konsep yang sama. Saya berharap kepada para petugas setelah pelatihan nanti juga bisa melaksanakan kegiatannya dengan baik terutama jadwal harus di tepati. Untuk kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus selama satu bulan penuh. Tapi saya harapkan bisa diselesaikan sebelum akhir Agustus. Karena perlu juga dilakukan pemeriksaan hasil. Jika terjadi kesalahan, kekurangan maka bisa diperbaiki dengan cepat. Dan biasanya di BPS kegiatan selesai tepat waktu,” tutupnya. (tka/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *