MGPSSR Lampung Serahkan Piagam Kependetaan kepada Satu-Satunya Pendeta Mpu di Bandarlampung

Radarlamteng.com, BANDARLAMPUNG – Pengurus Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Lampung hadiri pelaksanaan Upacara Rsi Yadnya Apodgala Diksa Dwijati Ida Bhawati I Ketut Simpen dan Ida Bhawati Ni Ketut Suniasih di Griya Dukuh Suci, Labuhandalam, Tanjungsenang, Bandarlampung, Kamis 25 Juli 2024.

Drs. I Made Bagiasa selaku Ketua MGPSSR Provinsi Lampung dan Sekretaris Wayan Pancayasa, S.Kep., Ns., MKM. Bendahara Ir Ketut Pasek,MBA

Diksa Dwijati adalah upacara yang bermakna sebagai proses lahirnya seorang sulinggih atau pendeta dalam agama Hindu.

Dalam sambutannya, Wayan Pancayasa mewakili Made Bagiasa mengatakan bahwa perihal kasulinggihan merupakan salah satu fokus perhatian MGPSSR.

“Walaupun perihal kasulinggihan secara umum telah diatur dalam beberapa kitab suci, namun MGPSSR masih memerlukan peraturan khusus. Karena memang ada kekhususan dalam kasulinggihan di MGPSSR. Baik itu menyangkut penjenjangan, busana maupun tatacara pelaksanaan pendiksan yang akan menjadi pegangan segenap warga Pasek terutama para Pandita Mpu,” kata Wayan Pancayasa, yang juga tokoh Hindu Lampung Tengah ini.

Menurutnya, tujuan upacara ini bukanlah untuk memperoleh predikat kependetaan saja. Namun lebih untuk melakukan sadhana penyucian diri guna mencapai kelepasan atau moksha.

Karena itu, kata Sekretaris DPD Prajaniti Lampung ini, seorang Pandita Mpu diharapkan mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan ajaran yang berlaku.

Sabha Pandita MGGPSSR, lanjutnya, juga telah melakukan pembahasan intensif melalui beberapa kali pertemuan baik formal dan informal. Hasilnya telah mengeluarkan keputusan yang telah terjabar dalam buku pedoman kesulinggihan padiksan.

“Harapannya buku pendoman itu menjadi acuan dan ciri khas dalam kepanditan MGPSSR. Hal-hal yang terkandung bermaksud untuk meningkatkan kualitas Ida Pandita Mpu serta mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Pihaknya bersama Yayasan Catur Parahyangan juga telah memperbanyak dan menyebarkan buku pedoman tersebut.

“Kami MGPSSR Lampung akan selalu hadir di tengah semeton termasuk pendeta atau pinandita. Pada kesempatan ini kami juga menyerahkan piagam Pandita Mpu kepada satu-satunya Pendeta Mpu di Bandarlampung sebagai bentuk pengakuan MGPSSR Lampung kepada sulinggih kami dalam menjalankan tugas kesulinggihan,” pungkasnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, jajaran Ketua PHDI Lampung Dr. Nyoman Setiawan beserta jajaran, pengurus PHDI Bandarlampung, Kabid Binmas Hindu Kanwil Kemenag Lampung, DPD Prajaniti Lampung, pengurus ICHI Sumbagsel, WHDI, PERADAH, KMHDI dan unsur lainnya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *