Radarlamteng.com, BANDARJAYA – Guna membantu memudahkan memberikan pelayanan administrasi kependudukan KTP dan Kartu Keluarga (KK) warganya yang mengalami keterbelakangan mental, Lurah Bandarjaya Barat Taruna Jaya bersama jajaran Kepala Lingkungan (Kaling) dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil Lampung Tengah (Lamteng) melakukan perekaman KTP Sabtu (27/4/2024).
Rini Yulianti (36 tahun) dengan kondisi keterbelakangan mental sejak usia 7 tahun menjadi korban kebakaran hingga 42% dibagian kedua kakinya. Hal ini mengakibatkan badannya tidak dapat duduk dan berjalan. Kondisi ini kemudian dilakukan upaya perekaman E-KTP dan KK di rumah kediaman keluarganya Lingkungan 3 RT 13 Bandarjaya Barat Kecamatan Terbanggibesar.
Taruna Jaya menyampaikan sabagai bentuk kepedulian sosial Pemerintah Daerah Lamteng dari program Bupati Musa Ahmad, perekaman ini nantinya untuk membantu warga bernama Rini bisa mengurus kartu kepesertaan BPJS Kesehatan /JKN KIS PBI yang dijamin pemerintah untuk digunakan melakukan pengobatan di rumah sakit.
“Berkas KTP dan KK milik Rini menurut keluarganya ikut terbakar didalam kamar Rini pada bulan Ramadan lalu. Sehingga kami mengambil langkah dengan koordinasi langsung ke Kaling setempat serta dinas Dukcapil untuk membantu warga kami,” paparnya.
Tahapannya, lanjut ia apabila hari Senin tanggal 29 April nanti E-KTP Rini sudah jadi di Dukcapil, selanjutnya akan dimasukkan dulu di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS ) di kelurahan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), baru kemudian proses pembuatan kartu BPJS Kesehatan melalui Dinas Sosial.
Sebelumnya Rini Yuliati yang mengalami keterbelakangan mental menjadi korban kebakaran didalam kamarnya pada Kamis (28/3/2024) lalu sekitar pukul 19:30 WIB. Sutinem yang merupakan Ibu Rini membakar obat nyamuk bakar yang kemudian diletakkan dikamar Rini. Sepulang dari sholat tarwih dari dalam kamar Rini api sudah membesar dan Sutinem langsung mengangkat Rini yang tidak bisa berjalan kekamar mandi untuk disiram air.
Rini dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Mulia Husada dan mendapat pengobatan, hingga tindakan operasi serta perawatan secara gratis melalui dana CSR pihak rumah sakit Mitra Mulia Husada.(sci/rid)
