SDN 1 Terbanggibesar Terbakar, Begini Kata Kadisdikbud Lamteng

Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah sudah mengidentifikasi kerusakan dan kerugian dampak kebakaran yang menghanguskan bagunan SD 1 Terbanggibesar, Senin 26 Februari 2024.

“Begitu mendapat laporan sore itu juga kami langsung gerak cepat mendatangi lokasi kebakaran. Setelah kita data ada tiga ruang kelas yang habis terbakar. Dan 2 kelas lainnya terdampak,” kata Plt. Kadisdikbud Lamteng Dr. Hi. Nur Rohman saat dikonfirmasi Selasa 27 Februari 2024.

Penyebab kebakaran, masih diselidiki pihak kepolisian. “Karena itu memang bukan ranah kita,” jelasnya.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kebakaran akibat korsleting listrik.

“Ada informasi juga penyebabnya ada anak-anak yang main petasan. Tapi biar pihak kepolisian yang menyelidiki,” imbuhnya.

Dikatakan Nur Rohman bahwa hasil pengecekan tiga ruang belajar yang hangus dan rusak parah tidak mungkin bisa diperbaiki.

“Yang tiga ruang itu tidak mungkin direbab. Artinya dilakukan pembangunan ruang kelas baru (RKB),” paparnya.

Sedangkan 2 ruang yang terdampak masih bisa direnovasi.

“Recovery (pembangunan RKB dan renovasi) kita upayakan tahun 2024 ini. Mudah-mudahan bisa. Agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” urainya.

Dijelaskan pria murah senyum ini, akibat musibah kebakaran itu tentu mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Karena itu pihaknya bersama unsur terkait akan segera musyawarah mengambil langkah.

“Kita akan segera musyawarah dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan. Apakah pindah tempat dulu untuk sementara waktu, atau ada opsi lain. Karena apapun kondisinya KBM tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Ia menambahkan jika kebakaran akibat korsleting listrik, pihaknya mengingatkan agar kepala sekolah lainnya lebih waspada dalam meninggalkan sekolah.

“Kalau itu memang akibat korsleting listrik saya menghimbau agar kepala sekolah lebih waspada ketika meninggalkan sekolah. Contohnya memastikan bahwa alat-alat listrik tidak ada yang tersambung dengan arus listrik ketika sudah tidak digunakan lagi,” imbaunya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *