Radarlamteng.com, TRIMURJO – Kepala UPTD Puskesmas Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah (Lamteng) drg. Dwi Krisnawati menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) rintisan posyandu prima yang digelar oleh Politeknik Kesehatan (Poltekes) Bandarlampung, Kamis (26/10/2023).
Kegiatan yang digelar di Balai Kampung Depokrejo itu juga dihadiri langsung oleh Dosen Dra. Pudji Rahayu, Apt, M, Kes sekaligus ketua tim kegiatan dari Poltekes Bandarlampung, Kasi PPM Kecamatan Trimurjo, Kepala Kampung, KWT serta seluruh kader posyandu kampung setempat.
Pada kesempatan itu, Dra. Pudji Rahayu mengungkapkan, bahwa kegiatan yang digelar merupakan salah satu rangkaian dari Program Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Dosen Poltekes dalam rangka meningkatkan ekonomi masayarakat melalui Tanaman Obat Keluarga (Toga).
“Sebelumnya, kami juga sudah melakukan pelatihan posyandu prima di Kampung Pujokerto untuk tingkat kecamatan beberapa waktu lalu. Dan hari ini kita lebih memfokuskan persiapan di lingkup desa sehingga lebih efektif, baik pada nakes, kader maupun masyarakat terkait melalui Bimtek dan penguatan kembali pembentukan rintisan posyandu prima ini,” ujarnya.
Untuk terlaksananya posyandu prima ini, lanjut Pudji, tentu pihaknya membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Dimana Pudji juga menegaskan, bahwa posyandu prima tidak memiliki perbedaan terhadap posyandu pada umumnya.
“Posyandu prima ini memiliki pelayanan yang sama dengan puskesmas. Misalnya pemeriksaan laboraturium sehingga pada kondisi tertentu masyarakat tidak perlu ke puskesmas dan cukup di posyandu prima. Jadi, pada waktu mendesak warga tidak perlu jauh-jauh untuk berobat,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah berkomunikasi kepada masyarakat dalam hal ini Kelompok Wanita Tani (KWT) terkait program- program Poltekes. Bahkan, pihaknya juga akan memberikan bantuan berupa 500 batang bibit jahe siap tanam dalam rangka meningkatkan perekonomi masyarakat.
“Kami berharap, ketika nanti tanaman Jahe itu berkembang dan panen sebagian dapat nilai jual dan sebagian dapat diolah dan dimanfaatkan, menjualnya bukan lagi berbentuk jahe tapi sudah diolah sebagai simplisia kering atau minuman yang siap saji, misalnya sebagai jahe instan dan lainnya,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, drg. Dwi Krisnawati mendukung penuh program-program yang dapat bermanfaat bagi warga khususnya masyarakat yang ada di Kecamatan Trimurjo.
“Kami selaku tenaga kesehatan tentu sangat mendukung dan siap membantu program-program yang di galakkan oleh Poltekes Bandarlampung, terutama dalam bidang kesehatan. Semoga program-program ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya.(red/rid).
