Radarlamteng.com,SEPUTIHAGUNG – Setelah lonjakan harga terjadi pada bahan pokok beras kini kenaikan mulai merambah pada bumbu dapur cabai merah keriting dan cabai rawit. Secara signifikan kenaikan harga di Pasar tradisional Kampung Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung pada Senin (2/10/2023) melonjak tajam.
Kenaikannya dari sebelumnya harga cabai rawit Rp 20 ribu/kilogram naik menjadi Rp 36 ribu/kilogram. Sedangkan harga cabai merah keriting selang sepekan harganya juga menjulang dari Rp 18 ribu/kilogram naik hingga Rp 40 ribu/kilogram.
Maya (43) salah satu ibu rumah tangga mengeluhkan lonjakan naiknya harga cabai yang sangat drastis. Kondisi ini tentunya sangat mempengaruhi kondisi kebutuhan pokok lainnya yang juga sangat penting.
“Jika kenaikannya masih bertahap Rp 2-5 ribu mungkin masih wajar, tetapi ini langsung melesat naiknya. Kami jadi bingung dengan naiknya harga cabai ini akan berimbas ke bahan pangan lainnya harus dibarengi untuk mencukupi kebutuhan lainnya,” ucapnya.
Sementara, Wati (56) Pedagang Cabai mengaku naiknya harga cabai berdampak pada turunnya omset penjualan. Salah satu pengaruh naiknya harga cabai karena hasil panen cabai dari petani tidak baik akibat musim kemarau yang panjang.
“Informasinya saat ini karena fenomena iklim El Nino yang berdampak pada suhu panas yang tinggi sehingga cabai banyak yang rusak dan mati sehingga petani banyak yang merugi. Kami berharap perhatian pemerintah agar tidak terjadi lonjakan harga yang sampai melesat tinggi seperti ini.
Selain itu, penjual juga mengeluhkan omzet turun pasti pembeli juga tidak lagi bisa membeli lebih banyak untuk bumbu cabai,” harapnya.(sci/rid)
