radarlamteng.com, BANDARJAYA – Meningkatnya kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap, Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Mulia Husada Bandarjaya, Lampung Tengah (Lamteng) melakukan kerjasama dengan yayasan Ponpes rehabilitasi mental Annur Sabilun Najah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk berobat pasien, termasuk pasien-pasien dengan gangguan kesehatan jiwa.
Kerjasama ini dinilai penting dilakukan, pasalnya bersamaan dengan permintaan pasien di RSU Mitra Mulia Husada yang meminta diantar jemput semakin meningkat.
Armada yang sekarang ada dinilai cukup, tapi kenyataannya belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan antusias warga yang ingin berobat ke RSU MMH baik rawat jalan atau rawat inap.
Direktur RS Mitra Mulia Husada Bandarjaya dr.Gani Toharin saat ditemui radarlamteng.com pada Jum’at (25/8/2023) membenarkan bahwa BAS adalah pasien yang datang ke unit gawat darurat RS Mitra Mulia Husada pada tanggal (24/8/2023) lalu pukul 00.00 WIB.
” Benar bahwasannya pasien BAS datang dengan keluhan sesak nafas (dyspneu) dan menurut keluarga BAS menderita radang amandel (tonsilitis) yang sudah lama,” paparnya.
Kemudian dilakukan tindakan terhadap pasien dengan pemeriksaan fisik dan penunjang dengan hasil Rontgen menunjukkan adanya infeksi paru-paru (bronkopneumonia) dan cairan di paru-paru (edema paru).Setelah itu, karena harus ada perawatan lanjutan maka pasien dipindahkan keruang rawat inap.
Kondisi pasien, kata dr.Gani saat dirawat inap mengalami kesulitan bernafas hingga pukul 07.05 WIB dan pasien meninggal dunia.
“Kami dari pihak RS Mitra Mulia Husada mengucapkan berbelasungkawa dan turut berduka cita atas meninggalnya Ananda BAS, semoga almarhum Husnul khotimah, ” tuturnya.
Sebagai bentuk pelayanan kepada pasien pihak RS Mitra Mulia mengantarkan almarhum BAS kerumah duka. Dikarenakan armada ambulance RS Mitra Mulia Husada sedang terpakai semua untuk mengantar jenazah dan menjemput pasien gawat darurat ditempat lain, maka almarhum BAS diantarkan menggunakan ambulance milik Ponpes rehabilitasi mental An Nur Sabilun Najah.
Dimana bila diperlukan, mobil ambulance milik Ponpes Rehabilitasi Mental Annur Sabilun Najah siap membantu pasien RSU Mitra Mulia Husada dan warga yang membutuhkan kendaraan ambulance dengan sukarela.
Sebelumnya Sarbini (50) ayah dari keluarga pasien BAS (7 ) warga dusun 01, RT 002, RW.001 Kampung Indra Putra Subing Kecamatan Terbanggi Besar, Lamteng mengutarakan rasa kekecewaan kepada pihak RSU Mitra Mulia Husada atas meninggalnya anaknya yang sempat dirawat selama 7 jam dan kemudian meninggal dunia.
“Kami dari keluarga merasa bingung penyakit amandel bisa menyebabkan kematian. Anak kami memang sebelumnya mengeluhkan kesulitan bernafas dan gangguan tidur,” terangnya.Sarbini berharap akan adanya konformasi informasi yang jelas dari pihak rumah sakit umum Mitra Mulia Husada.(sci/rid)
