Terungkap Ada 82 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Lamteng Sepanjang Januari-Juli 2023

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Lampung Tengah (Lamteng) menjadi tingkat kekerasan yang dialami perempuan dan anak paling tinggi se-provinsi Lampung. Selain karena kabupaten Lamteng adalah kabupaten terluas di provinsi Lampung juga semakin kesini masyarakat semakin berani dan menyadari perlunya melaporkan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung Tengah (Lamteng) periode Januari – Juli 2023 terdapat 82 kasus yang dilaporkan.

Kepala Dinas PPPA Lamteng Nuliana,S.H,.M.H saat memberikan sosialisasi di forum komunikasi partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PUSPA) Lamteng di Aula Siger Emas Gunung Sugih, mengutarakan saat ini kondisi permasalah yang dihadapi perempuan dan anak di Lamteng sangat memprihatinkan.

Menurut Nuliana, masyarakat sudah mulai berani melaporkan atas tindak kekerasan yang mereka alami, dimana sebagian besar pelaku adalah orang – orang terdekat yang ada disekitar korban.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan terutama tindak kekerasan seksual dengan korban anak dibawah umur juga terus terjadi. Kondisi ini sebagian besar dipengaruhi dampak dari derasnya media sosial, juga prilaku menyimpang akibat narkoba,” bebernya.

Guna menekan angka ini, lanjutnya maka langkah yang diambil dinas PPPA Lamteng bersama Forkom PUSPA Lamteng yang berisi berbagai unsur untuk berberan, bersinergi bersama.

“Kita berharap dapat kerjasama mewujudkan Lampung Tengah Layak Anak, dan dapat mengatasi berbagai permasalahan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Selain itu rendahnya tingkat pendidikan dan dampak dari kerentanan ekonomi, menyebabkan anak putus sekolah dan menikah diusia anak dibawah 19 tahun,” terangnya.(sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *