Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Mana Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi sarana pembentukan ketrampilan hidup (lifeskill) untuk mencetak produk unggul dari siswa.
Hal ini yang diharapkan oleh SMAN 1 Gunung Sugih, Lampung Tengah (Lamteng) terhadap siswa 272 kelas X yang masuk dan mengikuti MPLS. Pada MPLS juga dilakukan penyerahan siswa baru dari komite Jhon Riswanda ke sekolah.
Kepada radarlamteng.com Kepala SMAN 1 Gunung Sugih Hasanudin,S.Pd menyampaikan selama 3 hari (17,18 dan 20/7/2023), kegiatan MPLS skala utama dilakukan sholat Dhuha berjamaah, hingga mengikuti materi seputar pendidikan karakter dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Cabang Lamteng.
MPLS lanjut Hasanudin juga dibekali dengan pendidikan anti korupsi yang menghadirkan pemateri langsung dari Kejaksaan Negeri Lamteng.
Kemudian ditambah dengan pembekalan masalah pencegahan narkoba dan dampaknya dari sisi Kesehatan yang diberikan langsung dari Badan Narkoba Kabupaten (BNK) Lamteng. Tidak kalah penting pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) oleh TNI juga menjadi sarana penerapan kedisiplinan siswa.
“Peserta didik baru dengan diberikan materi ini diharapkan akan dapat dibina dan mampu menerapkan hidup yang disiplin di lingkungan sekolahnya juga masyarakat. Sesuai kurikulum merdeka siswa kelas X akan digalakkan bina bakat melalui pengembangan di kegiatan ekstra kurikuler,” urainya.
Sementara itu, Eko Yuono Selaku Ketua LPAI Lamteng mengatakan melalui MPLS ini menjadi tempat untuk memberikan dasar bagi anak-anak yang memasuki transisi usia remaja untuk lebih memahami berbagai risiko yang akan dialami dengan melakukan perundungan juga perbuatan seks.
” Saat ini tingginya peristiwa pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pelajar mulai perundungan (bulliying) hingga seksual terus meningkat dengan angka 64 kasus yang dilaporkan.
“Perhatian ini penting tidak hanya dari LPAI, namun baik Pemerintah Daerah hingga orangtua juga wajib peduli akan akibat dari terjadinya perundungan oleh siswa hingga perbuatan seks yang mengandung unsur pidana,” jelasnya.(sci/rid)
