Jum’at Curhat Polres Lamteng, Ketua Karta Punggur Ungkap Adanya Siswi SMP yang Menjadi Korban “Trafficking”

Radarlamteng.com, PUNGGUR – Ketua Karang Taruna (Karta) Kecamatan Punggur, Lampung Tengah (Lamteng) Zunita Rahmawati megungkap adanya siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kecamatan setempat menjadi korban Trafficking (perdagangan anak) yang dilakukan oleh sesama temannya sendiri.

Hal itu diungkapkan Zunita dihadapan Wakapolres Lamteng Kompol Poeloeng Arsa Sidanu saat menghadiri kegiatan Jum’at Curhat yang digelar oleh Polres Lampung Tengah, Polda Lampung, Jum’at (12/5/2023).

Ketua Karang Taruna Kecamatan Punggur yang juga seorang tenaga pendidik itu mengungkapkan keluh kesahnya kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) terkait perihal yang terjadi.

Dalam tanya jawabnya, wanita perparas cantik itu mengungkapkan kronologi Trafficking yang dilakukan oleh teman sebayanya hingga mengakibatkan siswi SMP tersebut hamil.

Bahkan, ia juga mengungkapkan siswi yang masih duduk di Kelas VIII itu dileluarkan dari sekolah. Namun, teman sebayanya (mucikari) masih tetap bersekolah.

“Saya ingin bertanya. Ini ada kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh temannya sendiri dengan harga Rp. 100 sampai Rp. 150 ribu. Bahkan, mengakibatkan si Bunga hamil. Nah pertanyaan saya siapakah yang harus bertanggung jawab. Karena pihak sekolah merasa peristiwa itu terjadi di luar sekolah. Sedangkan, sekolah si Bunga ini di nobatkan sebagai sekolah ramah anak. Tapi peristiwa ini terjadi 10 bulan yang lalu,” ungkapnya.

Merespon pernyataan dari Ketua Karang Taruna tersebut, Wakapolres Lamteng Kompol Poeloeng Arsa Sidanu kembali bertanya apakah ada pihak keluarga sudah melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.

“Itu harusnya wajib di laporkan kepada Polisi, karena kami punya Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak-red). Sebab, itu suda masuk ranah pidana anak yang berhadapan dengan hukum,” ujarnya.

Namun saat hendak dikonfirmasi terkait hal itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Punggur Zunita Rahmawati menyangkal bahwa peristiwa tersebut terjadi di luar kecamatan daerah yang seolah menjadi perhatian kita semua.

Namun, saat ditanya apakah pernyataan itu bisa di pertanggung jawabkan. Ia hanya diam. Dan bahkan, ia meminta agar tidak.di publikasikan (beritakan).

“Maaf mas, kejadian itu bukan disini, saya hanya menyampaikan keluhan yang menjadi perhatian kita semua. Dan tolong jangan diberitakan mas,” pintanya seraya menyalakan kendaraan untuk menghindari pertanyaan dar media ini.(cw29/rid).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *