Pengakuan Warga di Lokasi Penangkapan Teroris; Tak Ada yang Mencurigakan dari Para Pelaku

Radarlamteng.com, SENDANGAGUNG – Tim Densus 88 Anti teror Mabes Polri melakukan penyergapan terduga teroris yang tinggal di kawasan hutan lindung Register 22 Way Waya, Kabupaten Pringsewu, Rabu (12/4/2023).

Lokasi persembunyian terduga teroris tersebut, tidak terlalu jauh dari pemukiman warga di Dusun 3, Kampung Sendangbaru. Waktu yang ditempuh untuk menuju TKP dengan menggunakan sepeda motor membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Beberapa warga sekitar mengaku mengenal salah satu terduga teroris yang tewas usai ditembak Tim Densus 88. Menurut warga, tidak ada gerak-gerik yang mencurigakan dari para pelaku tersebut. Bahkan salah satu pelaku terduga teroris yang tinggal di Way Kiri dikenal warga dengan nama Sambada (50).

Seperti yang disampaikan Supar (48) warga Kampung Sendangbaru, menuturkan bahwa ia mengenal Sambada yang tinggal di gubuk yang terletak atas gunung kawasan Register 22 Way Waya, Kabupaten Pringsewu sejak dua tahun lalu. Namun, dia kerap melakukan aktivitasnya di Lamteng.

Supar menambahkan, dalam kesehariannya Sambada sama seperti warga lainnya, mau berbaur dengan warga lain, melakukan kegiatan sosial serta beribadah di masjid secara berjamaah dengan warga lain.

“Yang saya tahu, Sambada ini mengurus kebun kopi miliknya di kawasan Register 22 Way Waya yang ia beli. Gak ada yang mencurigakan. Karena dia juga membaur dengan masyarak sekitar. Kadang dia juga turun gunung untuk membeli kebutuhan harian atau kepasar Kampung Sendangbaru untuk menjual hasil kopinya. Karena lebih dekat kesini (Sendangbaru) daripada ke Pringsewu,” ungkap Supar saat ditemui radarlamteng.com, Kamis (13/4/2023).

Terkait aktivitasnya di atas gunung Supar mengaku tidak tahu, dan hanya mengetahui jika Sambada mengurus kebun kopi miliknya.

Selain Supar, hal senada juga di sampaikan Subroto (59). Menurutnya dia bertemu dengan para terduga teroris yang tinggal di kawasan register 22 saat pergi ke pasar. “Mereka seperti warga lainnya, kadang kepasar untuk jual kopi dan sayuran. Gak ada yang mencurigakan. Dan yang saya tahu Sambada ini dari Jawa Tengah,” ujarnya.

Terkait penangkapan, Subroto menerangkan sejak Selasa (11/4/2023) sore sudah terlihat anggota Tim Densus 88 berada di Kampung Sendangbaru. Sekitar 30 sampai 40 anggota. “Malem hari mereka mulai bergerak dan sekitar jam 3 pagi mereka mulai masuk ke kawasan register. Sekitar jam 8 pagi, saya liat Sambada sudah dibawa turun menggunakan motor, dan sudah dalam keadaan meninggal,” bebernya.

Dari pantauan dilokasi, peristiwa tersebut tidak mempengaruhi aktivitas warga sekitar. Warga tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa di kebun. (tka/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *