DPRD Tampung Aspirasi Masyarakat, Pupuk Subsidi Jadi Keluhan Para Petani di Dapil IV

Radarlamteng.con, GUNUNGSUGIH – Terbatasnya persediaan pupuk bersubsidi menjadi aspirasi paling banyak disampaikan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) IV kepada para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) dari dapil setempat.

Hal tersebut disampaikan masyarakat saat DPRD Lamteng dari Dapil IV yang meliputi Kecamatan Anak Tuha, Padang Ratu, Pubian, Selagai Lingga, dan Anak Ratu Aji menggelar jaring aspirasi masyarakat beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Lamteng, Aidi Prayoga mengatakan bahwa tak hanya infrastruktur jalan yang menjadi aspirasi paling banyak masyarakat, namun terkait pertanian khususnya persediaan pupuk subsidi juga banyak disuarakan oleh masyarakat terutama petani di Dapil tersebut. “Ada Peraturan Mentri Pertanian Nomor 10 tahun 2022 yang baru, dimana ada pengurangan subsidi yang cukup jauh,” bebernya.

Dibidang pertanian dan ketahanan pangan, lanjut Aidi Prayoga, hanya tinggal padi, jagung, dan kedelai (pajale) yang tercover didalam subsidi, serta di bidang perkebunan yakni kopi, kakao, dan tebu, serta di palawija ada bawang putih, bawang merah dan cabai. “Kita ketahui di Lamteng untuk ubi singkong, sawit dan juga karet tidak kalah luasnya. Jadi kami berharap kepada Dinas Pertanian kedepan agar bisa mencarikan terobosan untuk mencukupi kebutuhan pupuk. Apakah melalui program-program pelatihan atau program lainnya yang bisa bersinergi dengan DPRD Lamteng,” pungkasnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Lamteng ini menjelaskan keterbatasan pupuk subsidi membuat para petani untuk tidak selalu mengandalkan pupuk kimia. Untuk itu, pihaknya meminta kepada petani di Lamteng untuk bisa memanfaatkan pupun organik. “Mengingat kita sudah lama sekali menggunakan pupuk kimia makan membuat unsur hara dalam tanah berkurang. Sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Untuk itu para petani bisa menggunakan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia bersubsidi yang mulai sulit didapat dan terbatas persediaannya. Ini bisa menjadi solusi yang baik untuk para petani,” ucapnya.

Pihaknya juga meminta kepada dinas terkait, untuk memberikan sosialisasi kepada para petani bahwa jumlah pupuk subsidi telah dibatasi. Ia juga akan meminta kepada dinas untuk melakukan pelatihan-pelatihan dan menyediakan terkait sarana dan prasarana untuk pembuatan pupuk organik tersebut petani di Lamteng. ” Saya berharap petani tidak selalu mengandalkan pupuk kimia dalam penggunaan pupuk untuk tanaman mereka. Saya juga berharap para petani lebih bersabar lagi terkait pupuk subsidi ini, kami di DPRD akan berusaha memperjuangkan aspirasi dari para petani di Lamteng,” ujarnya. (tka/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *