Berdayakan Pelaku Industri Kecil Menengah di Lamteng dengan Program P3DN

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Masyarakat Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) didorong untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Sebagai upaya stimulusnya, akan dimulai oleh pemerintah daerah. Program ini juga sudah mulai dikampanyekan.

Di mana, program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) telah disosialisasikan Dinas Perindustrian Lampung Tengah kepada OPD terkait serta pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di kabupaten setempat. Kegiatan berlangsung di BBC Hotel Bandsrjaya belum lama ini.

Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka (ILMEA) Dinas Perindustrian Lamteng Achmad Hery Setiawan, SE. MM., mengatakan, tujuan dari sosialisasi tersebut untuk mempertemukan pelaku IKM di Lamteng dan OPD terkait.

Selanjutnya, OPD terkait memaparkan mekanisme agar pelaku IKM mendapatkan akses untuk mendaftarkan produknya dalam E-catalog pemerintah daerah dengan berbagai tahapan. Dalam promosi dan pemasaran produk dari IKM dilakukan melalui SIKAP/E-katalog.

“Dan hal ini akan mempermudah pemerintah daerah dalam melaksanakan belanja barang dan jasa produk dalam negeri. Setelah dimulai oleh pemda, harapannya akan diikuti masyarakat secara luas,” paparnya mewakili Kadis Perindustrian Lamteng, Ir. Ismail, MT., Selasa (12/7/2022).

Ketika produk dalam negeri yang dihasilkan oleh pelaku IKM terserap dengan maksimal, kata Hery yang juga Ketua Persatuan Baseball dan Softball Indonesia (Perbasasi) Lampung Tengah ini, akan ada efek positif di dalamnya. Serta ada kebanggaan dengan produk buatan Indonesia, yakni satu bumi, juta karya.

Efek positif diantaranya, terjadi pertumbuhan di kalangan IKM dan secara otomatis akan membuka lapangan kerja yang pada gilirannya akan meningkatkan daya beli masyarakat.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Lampung Tengah, Ir. Ismail, MT., menjelaskan bahwa P3DN adalah program pemerintah pusat yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Namun dalam implementasinya, pemerintah daerah tidak bisa berjalan tanpa ada dukungan pelaku IKM dan masyarakat.

“Sehingga kita lakukan sosialisasi ini kepada pelaku IKM. Ini merupakan tahap awal dan nanti akan ada tahap berikutnya sampai betul-betul program P3DN di Lampung Tengah dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Menurut Ismail, Pemkab Lampung Tengah sangat mendukung program tersebut sebagai upaya pemulihan ekonomi di daerah dampak pandemi Covid-19.

“Dengan pembelian PDN dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta mengurangi pengangguran di daerah. Hal ini akan meningkatkan taraf perekonomian dan memperbaiki kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Dikutip dari laman kemenprin.go.id,
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo menjelaskan, program P3DN merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat industri dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Sebenarnya telah terjadi penurunan impor dari angka Rp1.677 Triliun di tahun 2019 menjadi Rp1.427 Triliun di 2020.

“Namun penurunan ini belum cukup karena nilai penggunaan barang impor masih cukup tinggi,” ungkapnya.

Pelaksanaan program P3DN di tahun 2022 sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan belanja produk dalam negeri dan produk UMKM serta Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

“Targetnya, sepanjang tahun 2022 ini, pembelanjaan PDN dan UMKM bisa mencapai Rp 400 Triliun,” jelas Sekjen Kemenperin.

Dalam sosialisasi program P3DN di Kota Solo yang diselenggarakan Kemenperin pada Februari lalu, Kepala Pusat P3DN Kemenperin Nila Kumalasari menyebutkan bahwa terdapat potensi Belanja Barang dan Belanja Modal sebesar Rp 532,5 Triliun dalam APBD 2022.

”Dengan target belanja produk dalam negeri sebesar Rp400 Triliun, setiap Pemerintah Daerah bisa mengalokasikan 75% anggarannya untuk hal ini,” jelas Nila. (rls/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *