Bawa Ganja, Pengendara Mobil Diamankan Petugas Polsek Seputih Banyak

Radarlamteng.com, SEPUTIHBANYAK – Giat operasi Antik terus dilancarkan jajaran Polsek Seputihbanyak, Lampung Tengah (Lamteng).

Kali ini, Kapolsek Seputih Banyak Iptu Candra Dinata, SH, MH, mendapatkan informasi bahwa ada kendaraan akan melintas di wilayahnya di Jalan lintas Timur, Kampung Setia Bakti Kecamatan Seputih Banyak, membawa barang haram.

Selanjutnya, kapolsek mengumpulkan anggotanya, untuk melakukan razia secara selektif, berbekal informasi tersebut.

Mengetahui kendaraan yang dicurigai melintas, kapolsek bersama anggotanya Langsung memberhentikan kendaraam mobil merk Honda Mobilio, warna Emas metalik, Nopol BE 1272 YR, di Jalan Lintas Timur, tepatnya di lampu merah Simpang Randu, Seputih Banyak, pada Senin (28/03/2022) Sekitar Jam 13.57 WIB.

Mewakili Kapolres Lamteng AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K.,M.Si, Kapolsek Seputih Banyak Iptu Candra Dinata, SH, MH. menangkap pelaku berinisial FR alias Feri (30) warga Desa Tanjung Inten, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur.

“Saat dilakukan penggledahan di mobil dan di badannya, ternyata tidak ditemukan.
Selanjutnya pelaku di bawa ke kamar kecil dengan dikawal anggota ternyata barang berupa ganja disembunyikan di celana dalam pelaku yang dipakai. Hasilnya, ganja seberat sebanyak 93,37 gram kita temukan,“ kata Iptu Chandra.

Lanjutnya, saat dilakukan introgasi terhadap pelaku FR, bahwa ganja tersebut ia beli dari pelaku di wilayah Lampung Timur. Lalu, dilakukan pengembangan dan menangkap pelaku ABS alias Anto (27) warga Desa Tanjung Inten Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur dan dapat disita ganja seberat 1 ( satu ) bungkus besar dengan berat narkotika jenis ganja adalah 771,29 gram, yang di lakban di simpan di bawah tempat tidur “ Kata Candra.

Selanjutnya, kedua pelaku FR alias Feri bersama pelaku ABS alias Anto diamankan ke Polsek Seputih banyak, berikut barang buktinya guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Kedua pelaku yakni FR dan pelaku ABS, kita Jerat dengan Pasal 111 ayat (1) dan 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia no.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 sampai dengan 20 tahun Penjara, seumur hidup,” tandas Iptu Chandra. (gde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *