Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Masyarakat Lampung Tengah hingga kini masih kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng di pasaran.
Penelusuran Radarlamteng.com, hampir semua toko modern yang ada di Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, tidak ditemukan minyak goreng yang dipajang di etalase toko.
Kasus serupa juga terjadi di PB Swalayan Bandarjaya. Pada Rabu dan Kamis (9-10/3/2022) pagi, ibu-ibu terlihat berkerumun di ruang Customer Service PB Swalayan Bandarjaya.
Ternyata kedatangan ibu-ibu tersebut ingin membeli minyak goreng meski bahan kebutuhan pokok itu belum ada. PB Swalayan Bandarjaya mensyaratkan pembelian minyak goreng dengan melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.
“Kalau mau beli minyak goreng syaratnya harus bawa fotokopi KTP dan KK. Ini juga terbatas cuma 60 saja,” ujar karyawan PB Swalayan Bandarjaya.
Situasi krisis minyak goreng hingga kini belum mampu teratasi. Sementara harga jual di warung kecil sudah melejit tinggi di atas harga pasaran yang telah ditetapkan pemerintah.
Harga minyak goreng eceran di tingkat warung bervariasi mulai Rp20 ribu hingga Rp26 ribu per liter.
Hingga kini belum diketahui kapan minyak goreng stabil kembali dan tersedia di pasaran dengan harga normal.(jar)
