Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Program Keluarga Harapan (PKH) digadang sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan.
Namun demikian, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH didorong untuk bisa menjadi KPM PKH graduasi mandiri.
KPM PKH graduasi mandiri adalah KPM yang mundur secara sukarela dari kepesertaan PKH karena kondisi sosial ekonomi yang sudah meningkat.
Untuk di Lampung Tengah, berdasarkan data Dinas Sosial, KPM PKH yang graduasi mandiri selama tahun 2021 sebanyak 845 KPM dari total penerima PKH sebanyak 71 ribu lebih KPM.
Sejalan dengan pemerintah pusat, Pemkab Lamteng juga akan terus mendorong KPM PKH untuk graduasi mandiri pada tahun 2022 ini.
“Target KPM yang graduasi mandiri dari kepesertaan PKH pada tahun 2022 tentu harus lebih banyak dari tahun 2021,” kata Bupati Lamteng Musa Ahmad saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Bunga Kampung di Kecamatan Rumbia, Jumat (21/1/2022).
Upaya yang dilakukan menggenjot hal tersebut, yakni memberi pemahaman atau melalui imbauan kepada KPM agar jangan terlalu bergantung dengan bantuan pemerintah.
Bagaimanapun, kata Musa, program ini pasti akan berakhir dan jumlah penerima terbatas.
“Kita tidak lelah mengajak dan mengimbau warga masyarakat. Sepanjang sudah merasa memiliki kemampuan secara ekonomi agar mengajukan graduasi mandiri. Dan biar masyarakat lain yang memang sangat membutuhkan untuk menerima program ini,” imbuh Bupati.
Upaya lain yang dilakukan yakni melakukan intervensi dengan memberi pelatihan dan bimbingan usaha bagi KPM PKH.
“Dinas Sosial melalui para pendamping PKH masing-masing kecamatan kita haruskan memberi bimbingan dan pelatihan wirausaha kepada para KPM untuk menghasilkan produk layak jual atau kegiatan yang produktif. Dan Alhamdulillah, program sudah berjalan,” jelasnya.
Ketika KPM PKH telah mempunyai skil berwirausaha dari bimbingan dan pelatihan oleh pendamping, Bupati menyatakan telah menyiapkan akses permodalan. Yakni dengan menggandeng Baznas Lamteng.
“Kita kerja sama dengan Baznas sebagai pihak yang menggelontorkan modal atau pinjaman, bahkan tanpa bunga yang bisa dimanfaatkan KPM. Jadi saat KPM telah mampu dan memiliki peluang usaha kita dorong untuk mengajukan modal,” bebernya.
Dengan cara itu diharapkan bisa menjadi motivasi KPM agar berlomba-lomba melakukan kegiatan produktif yang bisa meningkatkan ekonomi keluarga.
“Ketika ekonomi keluarga meningkat dan merasa sudah cukup mampu, outputnya kita dorong mereka mengajukan graduasi mandiri,” pungkasnya.
Kepala Dinas Sosial Lamteng Haris Fadillah menambahkan, bahwa pihaknya akan terus mencari terobosan mendukung peningkatan graduasi mandiri. Kedepan, berencana menggandeng pihak perbankan.
“Tentu langkah yang akan kita lakukan mendapat arahan dan dukungan sepenuhnya dari Pak Bupati,” tukasnya. (rid/gde)
