Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Penggemukan sapi banyàk dilakukan di Jalan 8 Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng).
Hampir setiap warga di kampung tersebut memiliki sapi untuk penggemukan. Hal itu karena sapi memiliki nilai jual yang cukup baik dan harga selalu naik.
Salah satu warga, Wanto mengatakan, sapi yang biasa digemukkan jenis limosin. Proses penggemukan sapi pun tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 4 bulan saja.
“Untuk beli bibit sapi satu ekornya kisaran 15 juta sampai 17 juta. Lama proses penggemukan hanya 4 bulan saja sudah bisa dijual,” kata Wanto, Selasa (18/1/2022).
Berat satu ekor sapi hasil penggemukan rata-rata bisa mencapai 6 kuintal hingga 8 kuintal. Sementara harga jual sapi dihitung per kilogram.
“Kalau sekarang per kilonya Rp49 ribu. Tapi kalau mau dekat lebaran Idul Fitri atau Idul Adha harganya bisa Rp56 ribu per kilo. Harga sapi tidak pernah ada ceritanya turun selalu naik. Di sini setiap rumah rata-rata punya sapi semua,” kata Wanto lagi.
Lebih lanjut Wanto mengatakan, untuk satu ekor sapi bisa terjual hingga Rp29,4 juta dengan berat 6 kuintal atau setara 600 kilogram. Semakin tinggi bobot sapi maka uang hasil penjualan semakin besar.
Namun menurut Wanto, saat ini warga masih kesulitan untuk mendapatkan bibit sapi limosin yang berkualitas. Sehingga, memaksa dia untuk membuat pembibitan sapi sendiri.(jar)
