Radarlamteng.com, TERUSANNUNYAI – Bupati Lamteng H. Musa Ahmad S.Sos, meresmikan E-Samdes Bandaragung, yang di klaim merupakan terbesar karena memiliki E-samdes terbanyak di Provinsi Lampung Rabu (15/12/2021).
Peresmian yang berlangsung diruang pelayanan E-Samdes Bandaragung, menurut Bupati merupakan salah satu perpanjangan tangan daerah dalam melayani pengurusan pembayaran pajak daerah.
Terlebih, Elektronik Samsat Desa juga melayani berbagai macam pembayaran pajak kendaraan R2 dan R4 serta PBB dan lainnya.
“Masyarakat jadi lebih mudah dalam proses pengurusan pajak. Tak perlu jauh-jauh harus ke kabupaten untuk pengurusan pajak. Disini pengurusan semua bisa, karena sistem sudah terkoneksi dan bekerjasama dengan berbagai elemen. Seperti, Jasa Raharja, Bappeda, Dirlantas Polda Lampung, Dispenda dan Bumdes. Ini merupakan E-samdes terbesar se Provinsi Lampung,” ujarnya saat meresmikan E-Samdes Bandaragung.
Sementara itu, Kepala Kampung Bandaragung, Slamet Sutopo mengatakan, peresmian ini ditunjuk Gubernur Lampung untuk mewakili Provinsi Lampung dalam hal tempat penandatanganan kerjasama, karena memiliki letak yang strategis.
“Tadi ada 13 Kabupaten/kota yang hadir dalam peresmian ini,” katanya.
Menurutnya, dengan adanya E-Samdes dapat lebih memudahkan masyarakat dalam pengurusan pajak. Tak hanya itu, Bumdes Juga melayani pembayaran Transfer antar bank, pulsa seluler, token PLN dan pupuk subsidi.
“Untuk pengurusan kendaraan bermotor yang masih kredit lesing masyarakat tidak perlu kekantor lesing untuk minta surat jalan, cukup KTP dan yang penting kendaraan tidak mati pajak selama satu tahun lebih. Pembayaran pajak maksimal tiga hari selesai. Khusus untuk pembayaran pajak di Lampung Tengah,” tambahnya.
Sutopo berpesan, untuk masyarakat agar lebih taat membayar pajak, terlebih dengan adanya smart village. Dengan taat membayar pajak otomatis masyarakat turut serta membangun kampung.
Terakhir, sutopo membeberkan, selain E-Samdes, kedepan telah melebarkan sayap Bumdes lagi dengan membuat Desamart/minimarket berbasis grosir yang nantinya akan bersaing didunia usaha lainnya.
“Semua dikelola Bumdes dengan dana mandiri bukan dari dana desa, mudah-mudahan semua terlaksa dengan baik,” pungkasnya. (cw25)
