Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH- Rencana pinjaman daerah Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, kembali mengulirkan rencana Pinjaman Daerah, kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar Rp 300 milyar melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah, sebagai dampak dari Pandemi Covid-19, terus bergulir. Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad menyampaikan bahwa hal tersebut sedang dalam proses.
“Sedang di urus semuanya, nanti kita lihat ya,” ujar Bupati Musa Ahmad, pada (13/07/2021) usai menyampaikan nota pengantar Raperda Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lampung Tengah tahun 2021-2026 di Gedung DRPD setempat.
Informasi yang di himpun Radarlamteng.com, pada tanggal 27 Mei 2021, Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad melayangkan surat ke DPRD Lampung Tengah, dengan nomor surat 900/530/B.a.VII.02/2021 Prihal Pemberitahuan Pinjaman Program Pemulihan Ekonomi (PEN) Daerah.
Dalam surat tersebut, tertulis bahwa, Dalam rangka Program Pemulihan PEN sebagai dampak dari pandemi COVID-19, Pemerintah telah memberikan alternatif pembiayaan kepada Pemerintah Daerah dalam bentuk Pinjaman PEN Daerah. Untuk memanfaatkan pembiayaan tersebut, kami telah mengajukan pinjaman kepada Pemerintah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (persero) sebesar Rp.300.000.000.000,(tiga ratus milyar rupiah). Dengan jangka waktu pinjaman selama 5 (lima) tahun. Pinjaman PEN Daerah tersebut digunakan untuk membiayai program/kegiatan yang tidak bisa dipenuhi dari Pendapatan Daerah. pengembalian pinjaman akan dilakukan dengan cara diperhitungkan langsung dari penyaluran Dana Transfer Umum (Dana Alokasi Umum dan/atau Dana Bagi Hasil). Pelaksanaan dan pembayaran kewajiban Pinjaman PEN Daerah tersebut selanjutnya akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan’ Belanja Daerah (APBD)/Perubahan APBD dan dituangkan dalam Laporan Pertanggungjawaban APBD sampai dengan berakhirnya kewajiban pinjaman.
