Radarlamteng.com, BUMINABUNG – Tim medis UPTD Puskesmas Buminabung, Lampung Tengah (Lamteng) sudah menyuntikan vaksin Covid-19 terhadap 98 tenaga pendidik (tendik) di wilayah setempat hingga Kamis (3/6/2021).
Kepala UPTD Puskesmas Harimurti, S. Kep., menjelaskan vaksinasi Covid-19 untuk tendik di Kecamatan Buminabung dimulai 27 Mei 2021 dan dilakukan secara bergiliran. “Kurang lebih 98 dewan guru sudah kita vaksin,” kata Harimurti.
Menurut dia, ada 390 tendik di Buminabung yang akan mendapat injeksi vaksin Sinovac itu. “Sasarannya kurang lebih 390 orang,” jelasnya.
Dikatakan Harimurti, pelaksanaan vaksin akan dilaksanakan dua kali. Namun dia belum bisa memastikan kapan tahap pertama selesai, sebelum berlanjut tahap kedua.
“Kalau selesainya belum bisa dipastikan. Soalnya vaksin yang kita dapat bertahap,” bebernya.
Yang pasti, katanya, untuk pemberian vaksin dosis kedua dilaksanakan 28 hari setelah vaksin tahap pertama.
Lebih jauh pria ramah ini berujar, selama pelaksanaan vaksin ada beberapa guru yang menolak dengan berbagai alasan.
“Mungkin karena mereka sering membaca berita-berita tentang vaksin jadi pada takut,” urainya.
Untuk menyikapi hal tersebut, pihak puskesmas kembali melakukan sosialisasi tentang pentingnya vaksin dan tujuan dilakukan vaksinasi kepada tendik yang menolak .
“Ya kita berikan sosialisasi lagi tentang vaksinasi. Karena ini program pemerintah dengan tujuan untuk mengakhiri pandemi Covid-19,” terangnya.
Sementara, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lamteng Nur Rohman mengatakan bahwa vaksinasi untuk tendik dilakukan di masing-masing kecamatan.
Hal ini sebagai langkah untuk mendukung program pembelajaran tatap muka (PTM) agar kembali normal seperti sedia kala. Meski saat ini, PTM terbatas sudah dilakukan di Lamteng.
“Semua sektor memang harus saling bersinergi. Terkait PTM maka diupayakan secara maksimal tenaga pendidik untuk vaksinasi. Ini sudah dilakukan secara terus menerus yang merupakan hasil kerjasama dengan pelayan kesehatan di masing-masing kecamatan,” tukasnya. (rid)
