Harga Gabah di Harapanrejo Anjlok, Petani Mengeluh

Radarlamteng.com, SEPUTIH AGUNG – Petani di Kampung Harapanrejo Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah mengeluhkan harga gabah yang turun. Warga mengaku merugi karena hasil panen tidak sebanding dengan biaya tanam. Pada awal musim panen harga gabah mencapai Rp 4 ribu perkilogram tapi lama kelamaan harga turun menjadi Rp 3 ribu perkilogramnya. Harga tersebut tergantung dari kondisi gabah.

Sukari (65 th) salah satu petani di Kampung Harapanrejo (1/4/2021) mengatakan panen padinya pada tahun  ini kurang bagus. ” Panen kami kurang bagus, biasanya kami panen bisa mencapai 1,5 Ton untuk Lahan 1/4 HA tapi kini hanya sekitar 8 Kwintal. Di tambah harga padi yang anjlok membuat kami lumayan rugi tidak sesuai dengan biaya tanam mulai pupuk dan bibit serta perawatannya,” keluhnya.

Sebagain besar petani masih harus mengalami kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, dan demi mendapatkan hasil panen yang baik meskipun mahal pupuk tetap dibeli. Namun setelah panen justru harga anjlok, dan turunnya harga gabah juga biasanya akan berimbas pada penurunan harga beras. 

“Kami berharap agar saat musim tanam harga pupuk sesuai, tidak terjadi keterlambatan pengadaan pupuk, harga jual gabah juga stabil atau bila bisa naik lebih tinggi. Apalagi saat ini musim panen mendekati datangnya puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, tingkat kebutuhan rumahtangga juga meningkat, tentunya hasil khawatir tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga,” ungkap Sukari. (sci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *