DTKS Belum Maksimal, Dinsos Lamteng Gelar Bimtek Validasi dan Verifikasi Data

Radarlamteng.com, PUNGGUR- Terkait belum maksimalnya validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Lampung Tengah (Lamteng) Zulfikar Irwan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) validasi dan verifikasi data di Kecamatan Punggur, Senin (22/3/2021)

“Data kita di Lamteng ini mencapai 131.894 ribu kurang lebih dan ini harus dilakukan perbaikan secara terus menerus. Sebab data itukan senantiasa terus berubah. Nah ini Dinsos sudah membagikan data itu ke masing-masing kampung. Dan kampung harus melakukan verifikasi data yang ada di DTKS, sebab tidak menutup kemungkinan data yang ada itu orang nya sudah meninggal atau pindah,” kata Iwan

Kepala kampung, lanjut mantan Camat Punggur ini, harus bisa mendorong dan melihat apa yang menjadi kendala didalam memaksimalkan data tersebut

“Hari ini kita sudah lakukan Bimtek kepada operator, kita berikan arahan dan masukan secara teknis bagaimana memverifikasi data. Dan nanti termasuk kakam nya mendorong, lihat apa penyebabnya data ini ga jalan, apakah operatornya yang tidak ngerti, ini sudah dua kali kalau ga ngerti belajar, Dinas Sosial siap mengajari,” tegasnya

Sejauh ini, kata mantan Kadis PMK Lamteng ini juga, Lampung Tengah masuk nominasi nomor dua di Provinsi Lampung didalam mendorong masyarakat untuk melakukan graduasi mandiri.

“Kalau kita bicara keseluruhan di Kabupaten Lamteng ini kurang lebih sudah 3.000 KPM yang secara graduasi mandiri mengundurkan diri dengan kesadarannya. Inipun dilakukan karena melakukan pendekatan-pendekatan oleh pendamping program kita,” ungkapnya

Dikatakan Iwan, Dinas Sosial Lamteng juga berkomitmen didalam mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng untuk menuju zona hijau pandemi covid-19.

“Jelas kita dukung, kita sudah membuat surat edaran, dengan kawan-kawan penerima program. Program PKH program sembako. Mereka harus menggunakan protokol kesehatan didalam pengambilan barang. Bahkan baik admisitrasi maupun kita lakukan penyuluhan, mulai di tingkat kabupaten hingga kecamatan kita sudah kumpulkan teman-teman Korkap apa yang harus dilakukan, minimal, ketika mengambil sembako itu harus diberi interpal waktu dan tidak berbarengan,” jelasnya

Selain itu, melalui pemberdayaan juga pihaknya sudah mendata KPM yang memiliki usaha untuk segera di serahkan kepada dinas terkait, bagaimana dapat memberikan pelatihan dan permodalan. Sehingga yang sebelumnya penerima program PKH dengan kemandiriannya dapat mundur dan keluar dari program dan bergantian kepada masyarakat miskin lainnya.

“Itu dari sisi PKH nya, dari sisi penerima sembako, kita ditahun ini mengadakan lomba E-Warung terbaik. Nanti pak bupati secara langsung akan memberikan hadiah satu kecamatan satu dari sisi permodalan kepada E-Warung terbaik,” pungkasnya.(cw29/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *