Radarlamteng.com, RUMBIA – Puskesmas Rumbia melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap perdana secara serentak di Lampung Tengah, Jumat (29/1/2021).

Kepala Puskesmas Rumbia I Gusti Yoga, S.Km., M.Kes., mengatakan pada vaksinasi tahap perdana ini menyasar 59 tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas setempat.

Dalam kesempatan itu, I Gusti Yoga yang juga Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Rumbia mendapatkan suntikan pertama.

“Saya adalah orang pertama yang divaksinasi Covid-19 Sinovac di wilayah Rumbia dan diikuti oleh rekan-rekan saya tenaga kesehatan Puskesmas Rumbia,” kata Yoga.

Usai disuntik, dia mengaku tidak mengalami efek samping. Bahkan tidak ada yang dirasakan sama sekali. “Kecuali seperti digigit semut saat disuntik,” urainya.

Menurut dia, vaksin Sinovac yang disuntikan ini aman. “Hasil pengujian BPOM bekerjasama dengan para pakar menyatakan bahwa vaksin Covid-19 Sinovac ini aman, efektif dan berkualitas. Bahkan BPOM telah memberikan EUA. Selain itu, MUI juga telah menyatakan vaksin Covid-19 Sinovac ini suci dan halal,” tegasnya.

Dia mengimbau masyarakat jangan ragu dan takut terhadap program vaksinasi. “Ayo ikut mendukung dan berpartisipasi menjadi bagian yang berjuang mengatasi pandemi Covid-19. Kekebalan kelompok terbentuk, pandemi berakhir, sehingga kita bisa beraktivitas lagi dengan nyaman,” imbaunya.

Lebih jauh dia memaparkan untuk wilayah Kecamatan Rumbia ditargetkan memvaksinasi sekitar 25.302 orang selama 23 bulan. “Harapan kita vaksinasi yang kita lakukan ini bisa mencapai 70 persen,” pungkasnya.

Subroto, seorang nakes puskesmas setempat yang juga mendapat suntikan vaksin mengatakan tidak merasakan efek apapun. “Saya sudah disuntik 30 menit yang lalu. Dari penyuntikan sampai saat ini tidak ada efek lain yang saya rasakan,” kata dia diwawancarai seteleh 30 menit divaksin.

Senada dengan nakes lainnya, Tri Purwaningsih. Dia tidak mengalami efek apapun setelah 30 menit lebih disuntik. Menurut dia, vaksin yang disuntikan telah aman karena sebelumnya sudah melalui uji tes dari para pakar-pakar medis.

“Maka saya sampaikan untuk masyarakat jangan kuatir dan jangan takut untuk ikut vaksinasi. Ini semua sudah lulus uji dari para pakar medis,” ungkapnya.

Kembali I Gusti Yoga menyatakan bahwa pelaksanaan vaksin tahap kedua akan dilakukan pada Februari atau 14 hari kedepan setelah penyuntikan tahap pertama. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *