Warga Seputih Agung Antusias Inginkan Bupati Perempuan di Lamteng

Radarlamteng.com,SEPUTIHAGUNG – Antusias terlihat dari warga Kecamatan Seputihagung. Tepatnya di empat kampung, yakni Kampung Bumikencana, Simpangagung, Gayausakti dan Mujirahayu.

Mereka menginginkan ada bupati perempuan di Lampung Tengah pada periode 2021-2026 mendatang. Harapan warga ini ingin diwujudkan kepada pasangan nomor urut 3, Calon Bupati Hj. Nessy Kalviya Mustafa dan KH.Imam Suhadi.

Warga di Kampung Simpangagung secara kompak siap menjadi relawan dan memilih Nessy-Imam. Derasnya suara warga yang ingin memenangkan dan memilih Nessy-Imam dengan target kemenangan suara 70%.

Madam (50 tahun) menyampaikan tekadnya untuk bekerja dan meraup suara kemenangan Lampung Tengah Bersinar bersama Nessy-Mustafa.

“Kedatangan Bunda Nessy Mustafa ini memacu motivasi semangat kami untuk menjemput kemenangan, karena kami merindukan Pemimpin yang bekerja dan berbuat nyata untuk rakyatnya,seperti yang pernah dilakukan suami Bunda Nessy yakni Bapak Mustafa, kami merindukan Pemimpin yang merakyat dan sangat dekat seperti Bunda Nessy yang siap melanjutkan program kerja nyata Bapak Mustafa. Sekarang saatnya Lampung Tengah membutuhkan sentuhan seorang perempuan, yang mengabdi dengan setulus hati,” urainya, Kamis (22/10/2020).

Harapan lain diutarakan oleh Abas (49 tahun) yang  ingin realisasi pembangunan fasilitas umum bagi rakyat terkait penampungan air bersih di tempat ibadah dan fasilitas tiang listrik dan Lampung peneranangan jalan.” Harapan kami program Nessy-Imam akan mampu menyentuh hingga kepelosok daerah terpencil yang membutuhkan sarana air bersih dimusim kemarau dan penerangan jalan,” ujar Abas.

Menanggapi harapan warganya Nessy Kalviya Mustafa saat datang di Blok Kediri Kampung Simpang Agung Kamis (22/10/2020) , tidak ingin berjanji, namun akan memberi bukti kepada rakyat jika mendapat amanat menjadi Pemimpin perempuan pertama di Lampung Tengah. 

” Bapak Mustafa meskipun tidak berjanji tapi membuktikan hasil kerja nyatanya, seperti pada 1 September 2016 lalu dimana mampu mewujudkan harapan petani singkong di Lampung Tengah dengan berhasil menaikan harga singkong yang anjlok dari Rp 300 rupiah sampai menjadi Rp 700 rupiah dalam tempo waktu hanya 2 hari.

Langkah kongrite ini, lanjut Nessy akan menjadi prioritas program kerjanya dalam pertanian disamping ronda dalam menciptakan keamanan yang kondusif. ” Seperti saat ini, petani menjerit dengan anjloknya harga singkong dan jagung, dan belum ada upaya dalam mengatasi kesulitan bagi petani, ” terang Nessy yang mampu merebut hati para emak ini.

Sebagai seorang perempuan, Nessy bisa mengerti harapan setiap ibu rumah tangga yang ingin mempunyai penghasilan sendiri dan membantu peningkatan ekonomi keluarganya. 

Melalui program bagi pertanian kedepan ketika Nessy-Imam jadi Kepala Daerah Lamteng akan digelontorkan bantuan dana bantuan Rp 50 -100 juta untuk tiap kelompok tani. Sehingga nanti setelah ada Kelompok Wanita Tani (KWT) maka dengan suntikan dana bantuan ini diharapkan akan muncul Kelompok Pengusaha Wanita Tani di Lampung Tengah.

Jalan di Lampung Tengah banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisi ini menghambat kegiatan ekonomi masyarakat.

Jumariah (35 tahun) juga menyampaikan keluhannya kepada Nessy Mustafa. ” Bunda, Tolong perjuangan nasib kami petani. Semua harga pertanian anjlok. Harga singkong saat ini sangat murah, 8 bulan kami menunggu panen, tidak sesuai dengan modal yang kami keluarkan, ” jelasnya.

Solusi pasti ada, Lanjut Nessy, Bila Pemerintah Daerah, Provinsi, Maupun pusat bila mau turun memyentuh petani.” Kalau Pemerintah turun tangan, pasti Petani nanti mendapatkan harga yang layak dan mendapatkan keuntungan dari tanaman singkong Lampung Tengah.(sci/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *