Kecewa Hasil Musancab PDI Perjuangan Seputihmataram, 10 Pengurus Ranting Ajukan Mundur

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Sepuluh pengurus ranting PDI Perjuangan Kecamatan Seputihmataram, Kabupaten Lampung Tengah mengajukan pengunduran diri.

Keputusan itu diambil karena mereka kecewa dengan hasil musyawarah anak cabang (musancab) yang berlangsung pada 17 Oktober 2020.

Pengurus ranting di Kecamatan Seputihmataram tidak menginginkan Ni Wayan Sumiati menjadi Ketua PAC. Sebelumnya para pengurus ranting sudah mengajukan nama Ponijan untuk kembali menjadi ketua PAC. Pengunduran diri mereka sampaikan ke Kantor DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah, Jumat (23/10/2020).

“Kami tidak setuju hasil musancab yang tau-tau diketok palu oleh DPD, Ibu Sumiati sebagai ketua PAC. Padahal suara terbanyak Pak Ponijan. Ada apa ini, aturan gak dipakai, kalau dia jadi ketua, kami 10 kampung sepakat mundur,” ujar Abdul Rohman, Sekretaris Ranting Kampung Utamajaya, di Kantor DPC PDI Perjuangan Lamteng.

Menurut Abdul Rohman, jika PDI Perjuangan di Seputihmataram dipimpin oleh Sumiati, tidak akan berkembang, karena tidak memiliki prestasi dalam membesarkan partai. Jajaran ranting merasa tidak akan bisa bekerja sama dengan ketua PAC yang bukan pilihan mereka.

“Kami mundur. Karena PDI Perjuangan Seputihmataram tidak akan besar jika dipimpin dia (Miyati), dia tidak luwes. Kami sepakat mundur. Karena kalau di partai, dia gak pernah silaturahmi. Dia gak pernah membesarkan partai. Kalau ngomong bikin kecewa. Kami tidak setuju dipimpin Sumiati. Kami tidak bisa seiring dengan dia,” imbuhnya.

Mewakili 10 pengurus ranting, pihaknya meminta kepada DPC dan DPD mengeluarkan hasil musancab yang sesuai dengan aturan dan mekanisme partai yang berlaku. Jangan ada kepentingan keluarga atau kepentingan sukuisme.

“Permintaan kami, supaya usulan kami ditanggapi oleh DPC dan DPD maksudnya supaya sesuai aturan, jangan karena sukuisme atau sistem kekeluargaan. Partai ini, bukan partai keluarga. Karena usulan dari bawah, lebih banyak ke Pak Ponijan malah yang jadi Sumiati. Sedangkan yang memimpin (musancab) dari DPD waktu itu I Gede Sujatma, dan orang itu juga dari Kampung Wirataagung. Kami akan tetap mundur jika dia tetap jadi ketua PAC,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakabid Organisasi Partai, DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah, Kadek Joko Supriatin menerangkan bahwa dalam hal ini DPC PDI Perjuangan sifatnya hanya menampung keluahan dari PAC. Keputusan ada di DPD Provinsi Lampung.

“Kami tetap menerima aspirasi teman-teman PAC. Keluh kesah mereka dari hasil Musancab tetap kami terima dan akan di sampaikan ke DPD. Karena keputusan ada di DPD, dalam hal ini kewenangan penuh ada di DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung,” jelasnya.

Menurutnya, pengunduran 10 pengurus ranting Seputihmataram dipicu oleh keputusan yang dinilai tidak sesuai dengan usulan yang disampaikan oleh para pengurus ranting dalam musancab.

“Keluh kesah mereka lantaran nama yang di sampaikan untuk menjadi ketua PAC tidak sesuai dengan apa yang telah mereka ajukan, yang di ajukan si A, yang keluar si B. Itu kewenangan DPD, karena ketua PAC di tunjuk oleh DPD. Menurut mereka yang di tunjuk untuk menjadi ketua PAC, loyalitasnya kurang,” tandasnya.

10 Pengurus ranting yang mengundurkan diri yakni dari Kampung Kurniamataram, Bumisetiya, Subingkarya, Wirataagung, Utamajaya, Trimulyo, Sumber Agung, Rejosari Mataram, Fajarmataram dan Banjar Agung. Sementara, ketua terpilih Miyati belum memberi komentar terkait hal ini. Pihak radarlamteng.com sudah berupaya menghubungi, namun belum ada respons. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *