Unsur Pimpinan DPRD Lamteng Ingin Bupati Pertegas Kebijakan Sosial Distancing

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Khawatir dengan penyebaran virus Corona (covid 19), unsur pimpinan DPRD Lampung Tengah menyarankan supaya Bupati Loekman Djoyosoemarto tegas menerapkan sosial distancing untuk beberapa hari ke depan. Opsi itu muncul lantaran imbauan untuk tidak keluar rumah selama 14 hari belum bisa diterapkan oleh masyarakat Lampung Tengah secara maksimal.

Seperti yang dikatakan Wakil Ketua I DPRD Lampung Tengah, Yulius Heri Susanto. Dia memberi input kepada Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, agar akses jalan menuju Lampung Tengah semua ditutup dan dialihkan melalui Jalan Tol. Melihat kondisi saat ini di masyarakat, pemerintah harus lebih tegas menerapkan sosial distancing, sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus.

“Meskipun bupati sudah mengeluarkan kebijakan untuk mengisolasi diri secara mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari mulai 17 maret lalu, tapi bisa kita lihat. Masih banyak masyarakat yang lalu lalang, dan berkumpul. Pemangku kebijakan harus mengambil langkah tegas, supaya penyebaran virus dapat di cegah secara maksimal. Menyemprotkan disinfektan di Bandar Jaya Plaza saja belum cukup, wilayah kita ini sangat luas. Jangan hanya pencitraan saja yang dilakukan, hal nyata secara menyeluruh karena Lampung Tengah ini ada 28 kecamatan 311 kampung,” ujarnya (25/03/2020).

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga harus mengeluarkan kebijakan untuk menyiapkan anggaran dalam penanganan hal ini. Dalam situasi ini, ia berharap bupati mengesampingkan dulu pembangunan infrastruktur, supaya anggaranya di alihkan ke penanganan untuk menekan penyebaran virus corona.

“Terpenting keselamatan masyarakat Lampung Tengah, populasi manusia akan habis, jika pencegahan dan penangananya tidak maksimal, saya gemes, dalam kondisi seperti ini. Kenapa presiden tidak mengeluarkan instruksi Lock Down, gak mampunya di mana. Anggarannya ada. Bupati bisa saja mengumpulkan para Kepala Kampung yang ada, buat kebijakan, fokuskan anggaran dana desa untuk pencegahan covid 19,” tegasnya.

Ia berharap sosial distancing dapat diberlakukan lebih tegas lagi di wilayah Lampung Tengah, dengan tujuan supaya dapat memutus rantai penyebaran virus. Supaya kesehatan masyarakat bisa diutamakan, dengan langkah-langkah yang di anjurkan oleh para ahli kesehatan.

“Saya berharap, kita stok bahan makanan lalu mengisolasi diri secara mandiri dengan kesadaran bersama, di awali dari Lampung Tengah. Selanjutnya, di setiap kampung, di ciptakan tim khusus paramedis untuk melakukan penanganan di masyarakat, satu dusun kita pilih dua orang yang sehat dengan dilengkapi Alat pelindung diri. Lalu untuk ASN yang domisili diluar Lampung Tengah, sementara diliburkan saja. Biar mereka kerja rumah. Ini sebagai antisipas untuk memutus rantai penyebaran virus agar tidak meluas. Jika ada masyarakat yang tidak mematuhi, untuk ditindak tegas,” terangnya

Menurutnya, guna melakukan antisipasi penyebaran virus, tidak ada salahnya mengunakan pola 3 N dan meniru pola yang sudah diterapkan oleh negara China. “Coba pakai ilmu 3N (niteni, nerokne, nambahi). Tiru China dan beberpa negara lain, untuk penangana ini. Akses ditutup, penerbangan dan pelabuhan di tutup. Sterilisasi dan adakan sanitasi Kemis penjuru masyarakat. Sebenarnya masyarakat itu akan tetap kalah, dengan aturan pemerintah, coba di hentikan dulu suplay Pertamina ke semua SPBU untuk sementara pasti tidak akan bisa orang berkeliaran,” tegasnya.

Sementara, Wakil Ketua II DPRD Lampung Tengah, Firdaus Ali, juga menilai bahwa kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah untuk stey home selama 14 hari belum dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Lampung Tengah.

“Agar ada instruksi serius dari bupati dalam melaksanakan sosial distancing kepada aparat pemerintahan kebawah yang menjadi ujung tombak masyarakat, bila perlu ada pengalihan anggaran APBD dan juga perencanaan ADD untuk langkah pencegahan wabah virus covid 19 tersebut,” terangnya.

Menurutnya, langkahnya harus bersama-sama, jika mengandalkan pemerintah pusat tidak akan selesai Pencegahannya. “Mau kita itu ada langkah dari pemerintah untuk mengalihkan anggaran untuk sarana prasarana covid 19 dan perintah dalam hal ini bupati untuk menerapkan lock down yang lebih tegas,” pungkasnya. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *