Disdikbud Lamteng Gelar Lomba Cerdas Cermat Bahasa Lampung

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Berbagai upaya dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah untuk melestarikan Bahasa Lampung sebagai bagian dari kebudayaan daerah.

Salah satu cara yang ditempuh, dengan menggelar perlombaan. Seperti Lomba Cerdas Cermat Bahasa Lampung yang dilaksanakan pada 13 dan 14 November 2019 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah.

Kadisdikbud Lamteng Syarif Kusen, S.Pd. MM., melalui Kabid Kebudayaan Linggar Nunik Kiswari, S.Sn. MM., mengatakan peserta lomba yang bertema “Sikam Ulun Lampung Cinta Budaya, Cinta Bahasa dan Cinta Aksara” itu, merupakan siswa-siswi SMP/ sederajat dari seluruh kecamatan di Lampung Tengah.

Tujuan diadakannya lomba, untuk meningkatkan rasa cinta terhadap Bahasa Lampung serta aksara bagi pelajar di Lampung Tengah.

“Tujuan akhirnya untuk membumikan Bahasa Lampung di kalangan pelajar dan anak-anak muda di Lampung Tengah,” kata Linggar.

Di sisi lain, pihaknya berharap kegiatan ini dapat memotivasi guru untuk lebih aktif dan kreatif dalam mengajar Bahasa dan Aksara Lampung di sekolah masing-masing.

“Kami yakin, jika metode mengajar yang dilakukan guru menyenangkan bagi siswa, suatu pelajaran akan mudah diserap oleh anak didik. Termasuk dalam mengajar Bahasa dan Aksara Lampung. Sehingga tujuan kita dalam melestarikan budaya daerah Lampung akan mudah tercapai,” harapnya.

Sementara pantauan radarlamteng.com, lomba berlangsung cukup seru. Peserta terdiri dari regu dengan tiga orang setiap regunya. Mereka menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri. Sesuai dengan ketentuan panitia agar lomba berlangsung soprtif, ada sejumlah ketentuan yang harus ditaati peserta.

Diantaranya, tidak diperkenakan membawa alat bantu. Seperti: handphone, kalkulator dan sejenisnya. Mata pelajaran yang dilombakan terdiri dari pengetahuan umum, matematika, IPA, IPS dan Bahasa Lampung

Jalannya lomba, peserta wajib menjawab pertanyaan menggunakan Bahasa Lampung dengan baik dan benar. Masing-masing tim mendapat tiga pertanyaan pada babak penyisihan. Serta lima pertanyaan di babak final.

Seluruh tim juga mendapat pertanyaan rebutan sebanyak tujuh di babak penyisihan dan untuk babak final sembilan pertanyaan. Jika pertanyaan dijawab benar akan mendapat 100 poin. Apabila tidak mengucap tidak mendapat poin, dan apabila jawaban salah akan dikurang 10 poin. Itulah beberapa ketentuan yang diberikan panitia.

Sementara, dalam lomba tersebut Disdikbud Lampung menghadirkan juri yang terdiri dari enam orang. Di antaranya, dari Tim Pembina Bahasa dan Aksara Lampung , Praktisi Seni Budaya, serta MGMP Bahasa dan Aksara Lampung.

Penghargaan diberikan kepada juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, 3. Yakni berupa hadiah uang pembinaan, piala serta piagam. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *