Terkait Dugaan Mesum Siswa SMK, Ini Kata Ketua LPA Lamteng

Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah, Eko Yuwono turut bersuara terkait dugaan mesum di WC yang dilakukan siswa SMKN 1 Terbanggibesar.

Dia menyebut, lemahnya pengawasan guru di sekolah serta kurangnya pendidikan akhlak, membuat siswa sering bertindak anarkis. Bahkan tak jarang tindakan pornografi sering ditemukan di berbagai sekolah di Lamteng.

Menurut dia, saat ini pihak sekolah hanya mementingkan prestasi dan kurang mengutamakan pendidikan akhlak.

“Kasus ini merupakan pembelajaran dan perhatian semua pihak, baik dari sekolah, orangtua dan masyarakat. Yang terpenting guru bisa membimbing siswa dan memberikan pelajaran tentang agama. Apalagi saat ini tekhnologi semakin canggih, siswa bisa mengakses video porno di mana saja dan kapan saja,” ujarnya.

Eko mengatakan, ada empat faktor yang menjadi penyebab siswa bertindak di luar batas. Yang pertama, anak tersebut tidak tahu tentang hukum, kedua kurangnya perhatian dari orangtua, ketiga faktor media sosial, dan yang terakhir pembinaan khusus dari sekolah.

“Ini kasus kesekian puluh kali yang kami temukan. Harusnya, guru di sekolah bisa memantau aktivitas siswa selama berada di sekolah. Guru bisa memantau keliling sekolah, sehingga tidak terjadi adanya kejadian yang guru tidak tahu ketika ditanya,” ujarnya.

Eko berharap, dengan adanya kasus tersebut, guru harus bisa meredam permasalahan agar tidak terjadi gangguan psikis terhadap siswanya.

“Pasti akan mengalami trauma ketika berhadapan dengan temannya disekolah. Nah, ini adalah tugas dan tanggungjawab guru serta kepala sekolah agar bisa meredam. Kami juga siap untuk mendampingi jika diperlukan,” pungkasnya.

Diketahui, dunia pendidikan di Kabupaten Lamteng tercoreng. Itu, setelah perilaku siswa SMKN 1 Terbanggibesar, beberapa waktu lalu tertangkap berbuat mesum di dalam Water Closet (WC) oleh salah satu guru setempat pada saat jam belajar berlangsung.

Kejadian itu, sontak menggegerkan satu sekolah dan menjadi buah bibir siswa di sekolah tersebut.

Kepala SMKN 1 Terbanggibesar, Hariyadi Ibrahim membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, hari itu Jumat (1/10/2019), dirinya sedang mengikuti rapat di Jakarta dan mendapat laporan guru bahwa ada siswa yang tertangkap berduaan didalam WC.

“Ya, sudah saya berikan skorsing tidak boleh masuk sekolah selama 3 hari dan telah kami panggil kedua orangtuanya dan membuat pernyataan,” tandas Hariyadi saat dihubungi via telepon selulernya. (cw25/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *